Berita

Kebakaran Pabrik Pestisida Tangsel: Sungai Cisadane Tercemar Limbah dan Suplai Air Sempat Terhenti

Advertisement

Kebakaran hebat melanda sebuah gudang pabrik pestisida di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, pada Senin (9/2/2026) dini hari. Insiden ini memicu pencemaran limbah kimia di Sungai Jaletreng dan Sungai Cisadane yang berdampak pada matinya ribuan ikan serta gangguan distribusi air bersih bagi warga Kota Tangerang.

Kronologi Kebakaran dan Penanganan Api

Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 04.30 WIB di sebuah gudang satu lantai yang menyimpan sekitar 15 hingga 20 ton pestisida cair dan bubuk. Kapolsek Cisauk, AKP Dhady Arsya, mengonfirmasi bahwa sebanyak 15 unit mobil pemadam kebakaran dan 75 personel dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api yang diduga dipicu oleh masalah kelistrikan.

Proses pemadaman berlangsung selama tujuh jam dan menghadapi kendala teknis karena material kimia yang terbakar. Petugas bahkan harus mengerahkan dua truk pasir guna memadamkan kobaran api yang bersumber dari bahan kimia tersebut. Meski menyebabkan kerusakan material yang signifikan, pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.

Pencemaran Limbah Kimia di Sungai Cisadane

Dampak dari proses pemadaman tersebut menyebabkan air yang bercampur bahan kimia mengalir ke Sungai Jaletreng hingga Sungai Cisadane. Aliran sungai dilaporkan berubah warna menjadi putih, berminyak, dan mengeluarkan aroma menyengat. Kondisi ini menyebabkan banyak ikan di aliran sungai tersebut mati mendadak.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangerang Selatan telah menerjunkan tim untuk mengambil sampel air guna pengujian laboratorium. Kabid Pengendalian Pencemaran dan Pengawasan Lingkungan DLH Tangsel, Deni Danial, menyatakan bahwa proses uji lab sedang dilakukan untuk mengetahui tingkat bahaya zat yang mencemari perairan tersebut.

Gangguan Distribusi Air Bersih Warga

Pencemaran ini memaksa Perumda Tirta Benteng (TB) Kota Tangerang untuk menghentikan sementara operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA) sejak Senin malam pukul 22.00 WIB. Langkah ini diambil guna mencegah masuknya limbah kimia berbahaya ke dalam sistem distribusi air pelanggan.

Advertisement

Direktur Teknik Perumda Tirta Benteng, Joko Surana, menjelaskan bahwa pihaknya berkoordinasi dengan pengelola Bendung 10 untuk membuka pintu air agar limbah terbuang ke laut. Setelah pemantauan berkala setiap 30 menit, kualitas air baku dinyatakan membaik pada Selasa (10/2/2026) pukul 05.00 WIB, sehingga operasional IPA dapat kembali berjalan normal secara bertahap.

Larangan Konsumsi Ikan bagi Masyarakat

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang memberikan peringatan keras kepada warga agar tidak mengonsumsi ikan yang ditemukan mengambang atau mabuk di Sungai Cisadane. Kalak BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menekankan adanya risiko keracunan akibat paparan limbah pestisida.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Raden Muhammad Jauhari, menambahkan bahwa pihaknya terus memantau situasi di lapangan. Selain memastikan kualitas air PDAM kembali aman secara fisika dan kimia, kepolisian juga menyiagakan mobil tangki air bersih untuk membantu kebutuhan mendesak warga jika diperlukan.

Informasi lengkap mengenai penanganan dampak lingkungan ini disampaikan melalui pernyataan resmi Pemerintah Kota Tangerang Selatan dan instansi terkait pada 10 Februari 2026.

Advertisement