Finansial

KEK Industropolis Batang Bidik Investor Hong Kong dan China Lewat Ekosistem Industri Terintegrasi

Advertisement

KEK Industropolis Batang menjadi narasumber strategis dalam forum internasional China Conference Southeast Asia 2026 yang berlangsung di Jakarta pada 10-11 Februari 2026. Kehadiran kawasan industri di bawah naungan BUMN Danareksa ini bertujuan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat investasi manufaktur di Asia Tenggara.

Forum tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Selain itu, hadir pula para CEO dan pimpinan perusahaan global dari Hong Kong serta China yang tengah menjajaki peluang ekspansi di kawasan Asia Tenggara.

Fokus Pengembangan Ekosistem Industri Terintegrasi

Direktur Utama KEK Industropolis Batang, Ngurah Wirawan, menjelaskan bahwa kawasan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan industri global akan kepastian, efisiensi, dan keberlanjutan. Pengembangan difokuskan pada penciptaan ekosistem yang mendukung rantai pasok secara menyeluruh.

“KEK Industropolis Batang bukan hanya menawarkan kawasan industri, tetapi sebuah ekosistem yang memastikan kepastian berusaha, kesiapan infrastruktur berstandar internasional, serta dukungan kebijakan yang konsisten,” ujar Ngurah dalam keterangannya, Kamis (12/2/2026).

Ngurah menambahkan bahwa pendekatan ini menjadi daya tarik utama bagi investor global. Kawasan ini diposisikan sebagai pusat manufaktur dan logistik strategis yang berorientasi ekspor guna meningkatkan nilai tambah nasional dan penciptaan lapangan kerja.

Dukungan Investasi dan Peran Strategis Danantara

Dalam kesempatan yang sama, CIO Danantara Pandu Sjahrir menekankan bahwa Indonesia memiliki rekam jejak investasi yang kompetitif di Asia Tenggara. Hal ini berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja secara signifikan melalui proyek-proyek strategis.

Advertisement

Pandu menyebut kawasan seperti KEK Industropolis Batang sebagai prioritas pengembangan karena memiliki kesiapan infrastruktur dan dukungan pemerintah yang kuat. Faktor-faktor tersebut krusial dalam menarik investasi skala besar di tengah dinamika ekonomi global.

“KEK Industropolis Batang menjadi prioritas pengembangan investasi karena memiliki kesiapan ekosistem, dukungan pemerintah, serta kapasitas untuk menarik investasi skala besar yang berkelanjutan,” ungkap Pandu.

Partisipasi dalam forum ini diharapkan dapat memperluas jejaring dengan investor internasional yang tengah melirik relokasi industri ke Asia Tenggara. KEK Industropolis Batang kini diposisikan sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan industri nasional masa depan.

Informasi lengkap mengenai partisipasi ini disampaikan melalui pernyataan resmi KEK Industropolis Batang yang dirilis pada Kamis, 12 Februari 2026.

Advertisement