Edukasi

Kemendiktisaintek Alokasikan Rp 200 Miliar per Unit untuk Pembangunan SMA Unggul Garuda Baru di 2026

Advertisement

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mengonfirmasi bahwa biaya pembangunan satu unit SMA Unggul Garuda Baru mencapai kisaran Rp 200 miliar. Anggaran tersebut dialokasikan khusus untuk konstruksi fisik sekolah, di luar biaya operasional dan gaji tenaga pengajar.

Rincian Anggaran dan Faktor Lokasi

Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif Dirjen Saintek Kemendiktisaintek, Ardi Findyartini, menjelaskan bahwa nilai investasi pembangunan tersebut bersifat variatif. Perbedaan biaya di setiap wilayah dipengaruhi oleh faktor geografis dan kendala logistik di lokasi masing-masing.

“Ada kisaran sekitar Rp 200 miliar untuk pembangunan saja, untuk pembangunan sekolahnya,” ujar Findyartini dalam jumpa pers di Gedung Kemendiktisaintek, Jakarta Pusat, Rabu (18/2/2026).

Skema Pendanaan dan Dana Abadi LPDP

Selain biaya konstruksi, pemerintah telah menyiapkan dana operasional yang mencakup proses pembelajaran, gaji guru, hingga tenaga kependidikan. Kemendiktisaintek memastikan seluruh komponen pembiayaan telah diperhitungkan secara matang hingga tahun 2029.

Untuk menjaga keberlanjutan program, pemerintah mulai menyisihkan alokasi dana abadi yang dikelola bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Skema kemitraan dengan institusi eksternal dan masyarakat juga terus diupayakan guna mendukung pengembangan sekolah di masa depan.

Advertisement

Lokasi Pembangunan dan Fasilitas Tenaga Pendidik

Pada tahun 2026, terdapat empat wilayah yang menjadi lokasi pembangunan SMA Unggul Garuda Baru, yaitu:

  • Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur
  • Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara
  • Kabupaten Belitung Timur, Bangka Belitung
  • Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara

Terkait sumber daya manusia, pemerintah telah merekrut 24 guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk setiap sekolah. Selain itu, setiap unit akan didukung oleh satu kepala sekolah, empat wakil kepala sekolah, dan 23 tenaga kependidikan berstatus PNS.

Pemerintah juga menyediakan fasilitas rumah dinas bagi para staf. Guru akan mendapatkan hunian seluas 60 meter persegi, sementara kepala sekolah dan wakil kepala sekolah mendapatkan rumah dinas dengan luas 120 meter persegi.

Informasi lengkap mengenai pembangunan SMA Unggul Garuda Baru ini disampaikan melalui pernyataan resmi Kemendiktisaintek yang dirilis pada 18 Februari 2026.

Advertisement