Bripka Bayu Angga Kusumanegara, seorang anggota Bhabinkamtibmas Polsek Mande, Polres Cianjur, mendedikasikan dirinya sebagai guru relawan Bahasa Inggris di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Jihad, Kampung Gunung Jantung, Desa Leuwikoja, Cianjur. Aksi sosial yang telah berlangsung selama tiga tahun ini bermula dari keprihatinannya terhadap kondisi pendidikan di wilayah pelosok yang kekurangan tenaga pengajar.
Kondisi Sekolah dan Keterbatasan Fasilitas
MI Al Jihad merupakan satu-satunya sekolah dasar di kedusunan tersebut dengan total 33 siswa. Bangunan sekolah yang berdiri sejak tahun 1972 ini dilaporkan dalam kondisi yang cukup memprihatinkan, di mana hanya sekitar 50 persen bangunan yang layak digunakan.
Kepala MI Al Jihad, Heni Salamina, mengungkapkan bahwa proses belajar mengajar sering kali terhambat oleh faktor cuaca. “Kadang-kadang kalau musim hujan saya berhentikan belajar takut atapnya roboh,” ujar Heni. Selain itu, sekolah ini masih belum memiliki fasilitas dasar seperti Mandi Cuci Kakus (MCK), musala, maupun ruang guru.
Perjuangan Menembus Medan Terjal
Untuk mencapai lokasi sekolah, Bripka Bayu harus menempuh perjalanan selama hampir dua jam dari Polsek Mande, atau total empat jam untuk perjalanan pergi dan pulang. Medan yang dilalui didominasi oleh perbukitan dengan akses jalan tanah merah dan bebatuan yang hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.
Heni menceritakan bahwa Bripka Bayu sering mengalami kecelakaan kecil saat menuju sekolah akibat jalanan yang licin di musim hujan. “Saya juga pernah sama Pak Bayu, kasihan dia terjatuh, bajunya sampai compang-camping, sepatunya robek,” kenangnya. Meski demikian, Bayu tetap rutin mengajar setiap Selasa atau Jumat, menyesuaikan dengan agenda dinasnya sebagai polisi.
Dampak Positif bagi Siswa dan Sekolah
Kehadiran Bripka Bayu memberikan dampak signifikan bagi kualitas pendidikan siswa. Heni menyebutkan bahwa lulusan MI Al Jihad kini mampu bersaing, bahkan menjadi peringkat pertama di jenjang SMP berkat kemampuan Bahasa Inggris yang diajarkan oleh Bayu secara sukarela tanpa honor.
Selain mengajar, Bripka Bayu juga berperan dalam memperbaiki sarana sekolah. Melalui koordinasi dengan pimpinannya, MI Al Jihad kini telah menikmati fasilitas listrik sejak tahun 2023 berkat bantuan Kapolres Cianjur. Bayu juga aktif mencari donatur secara swadaya untuk melakukan perbaikan fisik bangunan, seperti pengecatan ruang kelas.
Bripka Bayu menegaskan bahwa pengabdiannya didasari oleh keyakinan bahwa anak-anak di pedesaan berhak mendapatkan kualitas pendidikan yang setara dengan anak-anak di perkotaan, terutama dalam penguasaan Bahasa Inggris di era digital. Atas dedikasinya tersebut, Heni Salamina mengusulkan Bripka Bayu sebagai kandidat penerima Hoegeng Awards 2026.
Informasi mengenai aksi pengabdian Bripka Bayu Angga Kusumanegara ini dihimpun berdasarkan keterangan resmi dari pihak sekolah dan kepolisian setempat pada Februari 2026.
