Edukasi

Kisah Muhammad Aulia Zikri, Anak Satpam yang Lolos Sekolah Kedinasan STMKG Lewat Beasiswa Baznas

Advertisement

Muhammad Aulia Zikri, seorang taruna asal Bukittinggi, Sumatra Barat, berhasil mewujudkan mimpinya menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG). Keberhasilan putra dari seorang petugas keamanan (satpam) dan guru PAUD ini diraih melalui program Beasiswa Baznas Persiapan Sekolah Kedinasan tahun 2022.

Motivasi dan Minat di Bidang Sains

Zikri mengungkapkan bahwa ketertarikannya pada sekolah kedinasan sudah muncul sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Ia mengaku secara spesifik mengincar STMKG karena minatnya yang besar pada bidang sains. Menurutnya, sekolah di bawah naungan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tersebut merupakan pilihan yang paling tepat untuk mengembangkan potensinya.

Meskipun memiliki tekad kuat, Zikri sempat merasa ragu untuk bisa lolos seleksi. Keraguan tersebut muncul akibat berbagai asumsi yang berkembang di masyarakat mengenai sulitnya menembus sekolah kedinasan. Namun, keraguan itu mulai terkikis setelah ia mendapatkan dukungan melalui program beasiswa persiapan yang memfasilitasi kebutuhan belajarnya.

Dukungan Beasiswa Baznas Persiapan Sekolah Kedinasan

Program Beasiswa Baznas Persiapan Sekolah Kedinasan yang diluncurkan pada 2022 menjadi titik balik bagi Zikri. Melalui program ini, para peserta mendapatkan berbagai fasilitas pendukung untuk menghadapi ujian seleksi yang kompetitif. Fasilitas tersebut meliputi:

  • Paket sesi kelas dan konsultasi intensif.
  • Modul pembelajaran dan simulasi ujian (try out).
  • Bantuan pulsa kuota internet untuk belajar mandiri selama dua bulan.
  • Bantuan persiapan dokumen pendaftaran dan biaya pendaftaran.
  • Subsidi bantuan transportasi menuju kampus setelah dinyatakan diterima.

Selain STMKG, program beasiswa ini juga bermitra dengan delapan perguruan tinggi kedinasan lainnya, termasuk PKN STAN, IPDN, Poltekip, Poltekim, Polstat STIS, STIN, STSN, dan Akademi Perkeretaapian Indonesia (API).

Persaingan Ketat dan Pengalaman Kegagalan

Lolos ke STMKG bukan perkara mudah bagi alumnus SMAN 1 Padang Panjang ini. Zikri harus bersaing dengan 3.527 pendaftar, di mana hanya 100 orang yang dinyatakan lulus pada periode tersebut. Sebelum akhirnya diterima di STMKG, Zikri sempat menempuh pendidikan di jurusan Teknik Mesin Universitas Andalas pada tahun 2021 dan pernah mengalami kegagalan pada seleksi sekolah kedinasan lainnya.

Advertisement

Proses seleksi yang panjang dan waktu pengumuman yang lebih lama dibandingkan sekolah kedinasan lain menjadi tantangan tersendiri bagi mentalnya. Zikri mengenang momen saat ia menerima notifikasi kelulusan ketika sedang berada di perjalanan menggunakan sepeda motor, yang langsung ia sambut dengan sujud syukur bersama keluarga.

Harapan Menjadi ASN Berintegritas

Keberhasilan Zikri membawa kebahagiaan besar bagi keluarganya, terutama sang ayah. Dengan status STMKG sebagai sekolah ikatan dinas, Zikri mendapatkan fasilitas perkuliahan gratis dan jaminan menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) setelah lulus. Sang ayah berpesan agar Zikri fokus menjalankan pendidikan dan menjaga amanah dalam bertugas di masa depan.

“Ayah bilang, saya sudah tidak perlu bingung lagi ke depannya. Di sini saya diminta menjadi ASN berintegritas bila sudah lulus nanti,” ujar mahasiswa Program Studi Meteorologi tersebut.

Informasi mengenai perjalanan pendidikan Muhammad Aulia Zikri ini disampaikan berdasarkan pernyataan resmi yang dirilis melalui kanal Baznas TV pada Selasa, 17 Februari 2026.

Advertisement