Finansial

LDC Gandeng Petani Kopi Terapkan Pertanian Regeneratif dan Asuransi Cuaca Berbasis Satelit

Advertisement

Louis Dreyfus Company (LDC) memperkuat rantai pasok kopi Indonesia melalui pendekatan pertanian regeneratif guna menghadapi tantangan cuaca ekstrem dan degradasi tanah. Strategi ini bertujuan menjaga stabilitas produksi sekaligus meningkatkan pendapatan petani secara berkelanjutan di tengah tekanan iklim global.

Fokus pada Pemulihan Kesehatan Tanah

Chintara Diva Tanzil, Regional Program Manager Stronger Coffee Initiative LDC, menjelaskan bahwa pertanian regeneratif merupakan pengelolaan holistik yang mencakup aspek bisnis, lingkungan, dan sosial. Fokus utamanya adalah memulihkan kesehatan tanah, meningkatkan biodiversitas, dan memperkuat ketahanan petani terhadap perubahan iklim.

Praktik yang diterapkan mencakup penggunaan tanaman penutup tanah, rotasi tanaman, tumpang sari, hingga penggunaan pupuk organik. LDC menekankan bahwa kesehatan tanah adalah fondasi utama produktivitas kopi di masa depan agar ekosistem tetap terjaga.

Infiltrasi dan drainase air menjadi lebih baik, erosi berkurang, dan aktivitas mikrobiologi meningkat, demikian penjelasan program LDC terkait manfaat konservasi tanah dalam pendekatan ini.

Capaian Program Stronger Coffee Initiative

Hingga akhir 2025, program ini telah menjangkau lebih dari 20.000 petani di wilayah Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, dan Aceh. LDC mencatat sebanyak 860.000 pohon telah ditanam untuk mendukung agroforestri dan konservasi keanekaragaman hayati sejak tahun 2015.

Pada tahun 2025, tim Farmer Assistance and Support Team (FAST) telah mendampingi 190 kebun kopi seluas 285 hektare. Sebanyak 52 persen petani yang terlibat telah berkomitmen untuk menghentikan penggunaan herbisida kimia dalam aktivitas pertanian mereka guna mendukung keberlanjutan lingkungan.

Advertisement

Mitigasi Risiko dengan Asuransi Cuaca Satelit

Menghadapi risiko cuaca pada fase pembuahan dan panen, LDC bekerja sama dengan Blue Marble menguji asuransi parametrik berbasis indeks cuaca di Lampung. Rinaldo, Senior Analyst Southeast Asia Blue Marble, menyatakan bahwa perubahan cuaca kini menjadi risiko nyata bagi sektor pertanian yang memerlukan mitigasi adaptif.

Sistem asuransi ini bekerja secara otomatis berdasarkan data satelit global tanpa memerlukan verifikasi lapangan yang kompleks. Ketika parameter cuaca tertentu tercapai, klaim akan langsung ditransfer ke rekening petani untuk memberikan perlindungan finansial yang lebih cepat dan praktis.

Informasi lengkap mengenai inisiatif keberlanjutan ini disampaikan melalui pernyataan resmi Louis Dreyfus Company dalam acara diskusi yang berlangsung di Jakarta pada Februari 2026.

Advertisement