Internasional

Lei Jun Ungkap Alasan Mengapa Ia Tak Ingin Dijuluki ‘Steve Jobs dari China’ dalam Blog Xiaomi

Pendiri Xiaomi, Lei Jun, sejak lama menyatakan ketidaknyamanannya atas julukan ‘Steve Jobs dari China’ yang kerap disematkan kepadanya. Keresahan ini diungkapkan Lei Jun dalam sebuah unggahan panjang di blog resmi Xiaomi China pada Oktober 2013, menyoroti perbedaan fundamental antara perusahaannya dengan Apple.

Kekecewaan atas Perbandingan dengan Steve Jobs

Lei Jun mengakui bahwa Steve Jobs merupakan sosok inspiratif baginya. Namun, ia merasa perbandingan yang terus-menerus dilakukan media dan publik tidaklah tepat.

“Tuan Jobs adalah orang hebat. Dia melakukan hal-hal brilian, mengubah dunia, dan menjadi inspirasi besar bagi Xiaomi. Namun, membandingkannya dengan saya, tidak tepat sama sekali,” ujar pria yang kini berusia sekitar 56 tahun tersebut.

Jun menegaskan bahwa Xiaomi dan Apple adalah dua entitas perusahaan yang sangat berbeda. Ia bahkan mengaku tidak bisa berkomentar ketika diwawancarai mengenai julukan “Steve Jobs-nya China” tersebut.

Pada 2013, tiga tahun setelah Xiaomi didirikan pada 2010, Jun kerap menerima pertanyaan tentang bagaimana Xiaomi bisa melampaui Apple atau Samsung. Ia merasa tidak mampu menjawab pertanyaan tersebut mengingat usia perusahaannya yang masih sangat muda.

“Xiaomi baru beroperasi selama tiga tahun, bagaimana mungkin saya membandingkannya dengan raksasa global seperti Apple atau Samsung,” jelas Lei Jun.

Kritik Terhadap Pemberitaan Media

Dalam unggahan blognya, Jun juga menyoroti cara media, khususnya media China, menggambarkan Xiaomi sebagai “baofahu”. Istilah ini merujuk pada warga kelas bawah yang mendadak kaya raya, yang menurut Jun mengandung bias dan dapat menimbulkan salah tafsir.

Ia memberikan contoh ketika media Wall Street Journal awalnya menganggap Xiaomi sebagai “shanzhai” atau perusahaan produk tiruan. Namun, setelah melakukan wawancara langsung dan mengulik perkembangan bisnis Xiaomi, media tersebut tidak lagi menggunakan istilah tersebut.

“Wall Street Journal tidak pernah lagi menuduh kami membuat ponsel murahan karena melihat angka (pertumbuhan) kami,” kata Jun.

Sayangnya, ketika laporan tersebut dilansir oleh media China, judulnya kembali menggunakan istilah yang tidak disetujui Lei Jun. “Saya tidak berminat untuk berdebat soal semantik, tetapi semua orang bisa melihat bahwa terjemahan Mandarin dari Wall Street Journal mengandung bias,” tambahnya.

Selain itu, Lei Jun juga mengungkapkan keresahannya terkait kritik pelanggan terhadap gaya pemasaran Xiaomi, termasuk penutupan pre-order produk setelah masa pendaftaran minat diperpanjang hingga tiga bulan.

Fokus pada Pengembangan Produk Berkualitas

Terlepas dari berbagai keresahan yang diungkapkannya, Lei Jun pada saat itu memilih untuk tidak terlalu menghiraukannya. Ia menegaskan fokusnya untuk terus bekerja mengembangkan produk Xiaomi.

Produk-produk Xiaomi dinilai berkualitas namun tetap terjangkau, menjadi prioritas utama sang pendiri.

Informasi lengkap mengenai pandangan Lei Jun ini disampaikan melalui postingan panjang di blog resmi Xiaomi China yang dirilis pada Oktober 2013, dihimpun dari KompasTekno dan Yahoo Finance.