Mengenal Lebih Dekat USS Abraham Lincoln, Kapal Induk Raksasa AS yang Berlayar Menuju Timur Tengah
Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan kekuatan militernya di kawasan Timur Tengah dengan mengerahkan kapal induk USS Abraham Lincoln (CVN 72) pada 27 Januari 2026. Pengerahan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran, menyusul sumpah Iran untuk membalas setiap serangan dan pernyataan Presiden AS Donald Trump yang meyakini Iran masih menginginkan jalur dialog. Washington juga belum menutup kemungkinan intervensi militer baru terhadap Iran.
Kapal induk ini, yang merupakan salah satu kapal perang terbesar di dunia, memiliki peran vital dalam mendukung kekuatan Angkatan Laut AS. Penempatan terbarunya di dekat Iran memicu pertanyaan mengenai kemampuan dan sejarah operasional kapal raksasa tersebut.
Fungsi dan Peran USS Abraham Lincoln
USS Abraham Lincoln adalah kapal induk kelas Nimitz kelima yang dimiliki Angkatan Laut Amerika Serikat. Kapal ini bermarkas di San Diego, California, dan dinamai untuk menghormati Presiden ke-16 Amerika Serikat, Abraham Lincoln. Misi utamanya tercantum dalam Arahan Navigasi Kepala Operasi Angkatan Laut (CNO), yaitu Perang Utama, Kesiapan, dan Operasi Maju.
Kapal induk kelas Nimitz ini memiliki kemampuan luar biasa untuk mendukung dan mengoperasikan pesawat-pesawat yang terlibat dalam serangan terhadap target udara, laut, dan darat. Misi utamanya adalah melindungi kebebasan penggunaan laut dan memberikan dukungan pada operasi proyeksi kekuatan yang berkelanjutan.
Selain itu, USS Abraham Lincoln turut serta dalam operasi keamanan maritim untuk mengatasi ancaman terhadap pelayaran niaga, serta mencegah penggunaan laut untuk kegiatan terorisme dan pembajakan. Kapal induk ini juga memiliki kemampuan unik dalam menjalankan misi penanggulangan bencana dan memberikan bantuan kemanusiaan.
Spesifikasi Teknis USS Abraham Lincoln
Sebagai salah satu aset militer paling canggih, USS Abraham Lincoln memiliki spesifikasi teknis yang mengesankan:
- Peletakan: 3 November 1984
- Diresmikan: 11 November 1989
- Pembuat: Newport News Shipbuilding Co., Newport News, Va.
- Sistem Propulsi: Dua reaktor nuklir Westinghouse A4W, empat turbin uap, empat poros, 260.000 shp (194 MW)
- Panjang Keseluruhan: 1.092 kaki (332,85 meter)
- Lebar Dek Penerbangan: 252 kaki (76,8 meter)
- Luas Dek Penerbangan: Sekitar 4,5 hektar (18.211,5 m²)
- Lebar: 134 kaki (40,84 meter)
- Sarat: 37,7 kaki (11,3 meter)
- Perpindahan: Sekitar 101.000-104.000 ton pada muatan penuh
- Kecepatan: 30+ knot
- Pesawat: 90 pesawat sayap tetap dan helikopter
- Awak Kapal: 3.200
- Air Wing: 2.480
- Persenjataan: Empat Sistem Senapan Mesin MK-38 Mod 2 25mm (MGS), Dua peluncur Rudal Rolling Airframe (RAM), Dua peluncur ESSM MK-29, Dua CIWS Phalanx MK-15 20mm
- Pelabuhan Asal: San Diego, CA
Sejarah Pengerahan USS Abraham Lincoln
Setelah uji coba dan penerimaan pada September 1990, USS Abraham Lincoln berlayar mengelilingi Amerika Selatan sebelum tiba di Alameda, California. Pengerahan pertamanya terjadi pada Mei 1991 sebagai respons terhadap aneksasi Kuwait oleh Irak.
Operasi Fiery Vigil dan Desert Storm
Pada Mei 1991, kapal ini dialihkan untuk mendukung operasi evakuasi setelah letusan Gunung Pinatubo di Filipina. Operasi Fiery Vigil menjadi evakuasi terbesar yang tercatat pada masa damai bagi personel militer aktif dan keluarga mereka. USS Abraham Lincoln memimpin armada 23 kapal yang berhasil memindahkan hampir 45.000 orang dari Pangkalan Angkatan Laut Subic Bay ke pelabuhan Cebu di Provinsi Visayas.
Setelah itu, USS Abraham Lincoln tiba di Teluk Arab, di mana Carrier Air Wing (CVW) 11 mendukung patroli udara tempur dan memberikan dukungan untuk Operasi Desert Storm di Kuwait dan Irak selama tiga bulan.
Misi Keamanan dan Kemanusiaan Berkelanjutan
Pada Juni 1993, kapal induk ini dikerahkan ke Teluk Arab untuk mendukung Operasi Southern Watch, yang bertujuan untuk menegakkan zona larangan terbang di Irak Selatan. Di bulan Oktober 1993, USS Abraham Lincoln menuju Somalia untuk mendukung operasi kemanusiaan PBB, termasuk patroli udara di atas Mogadishu dalam Operasi Restore Hope.
Kapal induk ini terus melaksanakan misi-misi penting di tahun-tahun berikutnya, termasuk pada 1995, 1998, 2000, 2002, 2004, 2006, 2007, 2010, 2011, dan 2012, menegaskan perannya dalam menjaga stabilitas global dan memberikan bantuan kemanusiaan.
Pengerahan terkini pada 27 Januari 2026 ke Kawasan Timur Tengah, mengikuti meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, kembali menegaskan peran vital kapal ini untuk mendukung operasi keamanan dan stabilitas di kawasan tersebut.
Informasi mengenai spesifikasi dan sejarah pengerahan USS Abraham Lincoln ini disampaikan berdasarkan data resmi dari laman Angkatan Laut AS dan pernyataan terkait pengerahan pada 27 Januari 2026.