Islami

Mengenal Penyakit Ain dalam Islam: Definisi, Dalil, Gejala Fisik, hingga Cara Pencegahannya

Advertisement

Penyakit ain merupakan gangguan dalam ajaran Islam yang diyakini muncul akibat pandangan mata yang disertai rasa iri atau kekaguman berlebihan. Fenomena ini ditegaskan dalam berbagai hadis Nabi Muhammad SAW sebagai ancaman nyata yang dapat menimpa siapa saja, baik melalui pandangan langsung maupun cerita yang membangkitkan rasa dengki.

Pengertian Penyakit Ain Menurut Ulama

Berdasarkan penjelasan Al Lajnah Ad Daimah, istilah ain berasal dari kata aana-ya’iinu yang berarti terkena sesuatu dari mata. Gangguan ini bermula dari kekaguman seseorang yang melihat sesuatu, lalu diikuti oleh respons jiwa yang negatif dan disalurkan melalui media pandangan mata.

Penyebab utama kondisi ini adalah sifat hasad atau iri terhadap nikmat orang lain. Hal ini sejalan dengan perintah Allah SWT dalam Al-Quran surat Al-Falaq ayat 5 untuk berlindung dari kejahatan orang yang dengki. Imam Ibnul Qayyim dalam Zadul Ma’ad menambahkan bahwa ain tidak selalu melalui pandangan langsung, melainkan bisa muncul melalui cerita yang memicu kedengkian.

Landasan Dalil dan Hadis Terkait Ain

Keberadaan penyakit ain diakui secara eksplisit dalam hadis sahih. Rasulullah SAW bersabda, “Ain itu benar-benar ada! Andaikan ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, sungguh ain itu yang bisa” (HR. Muslim). Selain itu, hadis dari Jabir bin Abdillah menyebutkan bahwa ain merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak pada umat Islam setelah takdir Allah.

Ciri-Ciri dan Gejala Penyakit Ain

Meskipun tidak dikenal dalam literatur medis modern, Syaikh ‘Abdul ‘Aziz As-Sadhan menjelaskan sejumlah gejala fisik yang sering dikaitkan dengan ain jika bukan disebabkan oleh penyakit jasmani biasa. Berikut adalah beberapa cirinya:

Advertisement

  • Sakit kepala yang berpindah-pindah dan wajah pucat.
  • Nafsu makan menurun serta sering berkeringat atau buang air kecil.
  • Detak jantung cepat, tidak beraturan, dan nyeri di area punggung atau bahu.
  • Emosi berlebihan, perasaan sedih, sesak di dada, dan ketakutan tanpa sebab.
  • Kecenderungan untuk menyendiri, malas bergerak, dan banyak tidur.

Cara Mencegah dan Mengobati Sesuai Syariat

Pencegahan utama dilakukan dengan mendoakan keberkahan saat melihat sesuatu yang menakjubkan. Umat Muslim dianjurkan mengucapkan kalimat thayyibah seperti Masya Allah laa quwwata illaa billaah sebagaimana petunjuk dalam Surat Al-Kahfi ayat 39.

Untuk pengobatan, Islam mengenal metode ruqyah syar’i dengan membacakan doa-doa perlindungan, Surat Al-Fatihah, Ayat Kursi, hingga Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas. Jika penyebab ain diketahui, orang tersebut dapat diminta mandi dan air bekas mandinya disiramkan ke tubuh orang yang terkena ain sesuai tuntunan hadis riwayat Muslim.

Informasi lengkap mengenai tata cara penanganan penyakit ain ini bersumber dari literatur ruqyah syar’i dan fatwa ulama yang merujuk pada hadis-hadis sahih.

Advertisement