Teknologi

Meta Umumkan PHK Massal 102 Karyawan di California demi Fokus Pengembangan AI dan Mobile

Advertisement

Meta, induk perusahaan Facebook, Instagram, dan WhatsApp, kembali mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 102 karyawan di kantor wilayah California, Amerika Serikat. Berdasarkan dokumen regulasi yang diajukan ke California Employment Development Department, kebijakan ini dijadwalkan berlaku secara permanen mulai 20 Maret 2026.

Detail Lokasi dan Dampak Pemangkasan Karyawan

Dokumen resmi merinci bahwa pemangkasan tersebut tersebar di beberapa lokasi strategis Meta. Sebanyak 50 posisi berada di Menlo Park, yang mencakup kompleks 305 Constitution Dr., 1 Hacker Way, serta tiga gedung di area Jefferson Drive. Sementara itu, 52 posisi lainnya terdampak di kantor Sunnyvale yang terletak di 1180 Discovery Way.

Hingga saat ini, manajemen Meta belum mengungkapkan tim atau divisi spesifik yang terdampak dalam rencana pengurangan tenaga kerja tersebut. Langkah ini menambah daftar panjang penyesuaian struktur organisasi yang dilakukan perusahaan dalam beberapa periode terakhir.

Rentetan Gelombang Efisiensi dan Fokus Reality Labs

Rencana PHK terhadap 102 posisi ini merupakan kelanjutan dari rentetan gelombang efisiensi Meta. Sebelumnya, pada Januari 2026, perusahaan telah memangkas sekitar 1.500 karyawan di divisi Reality Labs, yang bertanggung jawab atas pengembangan produk augmented reality (AR) dan virtual reality (VR).

Selain itu, Meta juga pernah mengungkap rencana pemangkasan lebih dari 270 pekerjaan di California, termasuk 219 posisi di Burlingame dan 53 di Playa Vista, yang juga efektif pada 20 Maret mendatang. Pengurangan serupa juga dilaporkan terjadi pada ratusan posisi di negara bagian Washington yang masih berkaitan dengan divisi Reality Labs.

Advertisement

Strategi Realokasi Sumber Daya ke Kecerdasan Buatan

Manajemen Meta menggambarkan pengurangan pekerjaan ini sebagai bagian dari strategi realokasi sumber daya perusahaan. Sejak Desember 2025, Meta mulai mengalihkan sebagian investasinya dari proyek Metaverse ke pengembangan kacamata berbasis kecerdasan buatan (AI).

CTO Meta, Andrew Bosworth, menjelaskan dalam memo internal bahwa sumber daya metaverse ke depan akan lebih difokuskan pada pengalaman berbasis perangkat mobile. Hal ini dilakukan untuk mempercepat adopsi pengguna yang saat ini memiliki tingkat pertumbuhan tercepat di platform mobile.

“Dengan potensi basis pengguna yang lebih besar dan tingkat pertumbuhan tercepat saat ini, kami mengalihkan tim dan sumber daya hampir sepenuhnya ke mobile untuk terus mempercepat adopsi di sana,” tulis Bosworth.

Kendati demikian, Meta menegaskan tidak akan menghentikan pengembangan headset VR sepenuhnya. Divisi tersebut akan tetap beroperasi dengan organisasi yang lebih ramping dan peta jalan yang lebih terfokus guna memastikan keberlanjutan jangka panjang perusahaan.

Informasi lengkap mengenai langkah efisiensi ini disampaikan melalui dokumen regulasi resmi Meta dan laporan Yahoo Finance yang dirilis pada Februari 2026.

Advertisement