Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, A. Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa agenda ekonomi hijau dan ekonomi sirkular merupakan peluang besar bagi pemberdayaan masyarakat. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Kuliah Umum (Studium Generale) di Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB), Jawa Barat.
Muhaimin menjelaskan bahwa transisi menuju ekonomi hijau harus dirancang untuk melibatkan masyarakat di tingkat akar rumput guna menciptakan nilai tambah. Ia menilai sektor energi terbarukan hingga pengelolaan limbah menyimpan potensi besar yang belum tergarap maksimal.
Potensi Logam Berharga dalam Sampah Elektronik
Salah satu poin utama yang disoroti adalah peningkatan volume sampah elektronik atau e-waste secara global yang mencapai puluhan juta ton per tahun. Limbah ini diketahui mengandung berbagai logam bernilai tinggi seperti tembaga, nikel, hingga kobalt.
Menurut Muhaimin, pengelolaan dan daur ulang e-waste yang dilakukan secara terorganisasi berbasis teknologi dapat menjadi sumber ekonomi baru. Peluang ini dinilai sangat nyata bagi masyarakat berpenghasilan rendah jika dikelola dalam sebuah sistem yang terpadu.
Sektor Strategis Ekonomi Hijau dan Sirkular
Selain sampah elektronik, Muhaimin memaparkan beberapa sektor lain yang memiliki potensi pemberdayaan tinggi bagi masyarakat luas melalui skema ekonomi sirkular:
- Energi Terbarukan: Keterlibatan masyarakat dalam rantai pasok manufaktur komponen serta pengembangan bioenergi berbasis komunitas.
- Agroindustri Sirkular: Pengolahan limbah pertanian menjadi bioenergi dan biomaterial bernilai tambah melalui peran petani dan koperasi.
- Waste-to-Energy: Pengelolaan sampah modern yang membuka lapangan kerja baru sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan.
Orkestrasi Ekosistem dan Peran Perguruan Tinggi
Muhaimin menekankan bahwa perwujudan ekonomi sirkular memerlukan orkestrasi ekosistem antara pemerintah, perguruan tinggi, industri, dan masyarakat. ITB dianggap memiliki peran strategis dalam membangun kapasitas sumber daya manusia dan menetapkan standar teknologi.
Ia berharap inovasi dari lingkungan kampus dapat berdampak nyata dan bergerak dari sekadar konsep menjadi sistem yang menghidupi masyarakat. Industrialisasi hijau diharapkan menjadi jalan bagi Indonesia untuk naik kelas secara inklusif dan berkeadilan sosial.
Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui pernyataan resmi Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat yang dirilis pada Rabu, 11 Februari 2026.
