Finansial

Otoritas India Beri Peringatan Keras ke McDonald’s Usai Temukan Bahan Makanan Tidak Layak

Advertisement

Otoritas keamanan pangan India memberikan peringatan resmi kepada salah satu gerai McDonald’s di Jaipur, Rajasthan, setelah menemukan pelanggaran serius terhadap standar keamanan pangan. Inspeksi yang dilakukan pada Senin (9/2/2026) tersebut mengungkap penggunaan minyak goreng tidak layak pakai dan penyimpanan bahan makanan yang memprihatinkan di kota wisata tersebut.

Temuan Minyak Goreng Berulang dan Bahan Busuk

Sushil Chotwani, petugas keamanan pangan pemerintah yang memimpin pemeriksaan, menyatakan timnya menemukan sekitar 40 liter minyak goreng yang telah digunakan berulang kali untuk memasak. Minyak tersebut dinilai melanggar norma keamanan pangan dan tidak layak untuk dikonsumsi oleh pelanggan.

‘Pejabat telah mengumpulkan sampel minyak untuk pengujian lebih lanjut,’ ujar Chotwani dalam keterangannya kepada Reuters. Selain permasalahan minyak, petugas juga menemukan stok tomat dalam kondisi busuk di area penyimpanan bahan makanan gerai tersebut.

Respons Pengelola dan Sanksi Administratif

Connaught Plaza Restaurants, selaku pemegang waralaba McDonald’s untuk wilayah India Utara dan Timur, menyatakan pihaknya berkomitmen untuk bekerja sama sepenuhnya dengan otoritas setempat. Perusahaan menegaskan bahwa mereka senantiasa mengikuti standar global McDonald’s yang ketat dalam setiap operasionalnya.

Pemerintah memberikan tenggat waktu selama 14 hari bagi gerai tersebut untuk memperbaiki seluruh praktik pengolahan serta penyimpanan makanan. Otoritas menegaskan akan mengambil langkah hukum yang lebih tegas jika tidak ditemukan perbaikan signifikan dalam periode yang telah ditentukan.

Advertisement

Pengawasan Lanjutan Jaringan Restoran Global

Chotwani menegaskan bahwa petugas akan memperluas jangkauan pemeriksaan ke lebih banyak gerai McDonald’s di kota Jaipur. Meskipun pelanggaran keamanan pangan kerap dilaporkan di berbagai wilayah India, temuan pada jaringan restoran internasional berskala besar seperti McDonald’s tergolong peristiwa yang jarang terjadi.

Kasus di Jaipur ini diprediksi akan mendorong pengawasan yang lebih luas terhadap standar keamanan pangan di berbagai jaringan restoran cepat saji besar lainnya di negara tersebut. Hingga saat ini, kantor pusat McDonald’s di Amerika Serikat belum memberikan tanggapan resmi terkait temuan di gerai India tersebut.

Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui laporan pemeriksaan otoritas keamanan pangan pemerintah India dan pernyataan resmi pihak pengelola waralaba pada Februari 2026.

Advertisement