Dua partai politik baru, yakni Partai Gerakan Mandiri (Gema) Bangsa dan Partai Gerakan Rakyat, resmi mendeklarasikan diri pada awal tahun 2026 dengan arah dukungan politik yang kontras. Fenomena ini menarik perhatian publik karena kedua partai tersebut langsung menyatakan dukungan kepada figur tertentu untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mendatang.
Perwujudan Partisipasi Publik dalam Demokrasi
Pakar Hukum Pemilu dan Kebijakan Publik Universitas Sebelas Maret (UNS), Dr. Andina Elok Puri Maharani, S.H., M.H., menilai kehadiran partai-partai baru ini sebagai bentuk partisipasi publik yang wajar. Menurutnya, konstitusi Indonesia memberikan ruang bagi munculnya wadah politik baru sebagai bagian dari dinamika demokrasi.
“Kemunculan partai baru dalam negara demokrasi merupakan kewajaran, apalagi diperbolehkan oleh konstitusi,” ujar Andina saat dihubungi pada Jumat (6/2/2026).
Risiko Politik Pragmatis dan Personalisasi Figur
Meski tidak dilarang secara hukum, Andina menyoroti langkah kedua partai yang langsung membentuk blok politik dengan mendukung figur di luar internal partai. Partai Gema Bangsa telah menyatakan dukungan kepada Prabowo Subianto, sementara Partai Gerakan Rakyat mengarahkan dukungan kepada Anies Baswedan.
Andina mengingatkan agar partai baru tidak terjebak dalam pragmatisme politik yang hanya mengedepankan kebutuhan elektoral. Ia menekankan pentingnya membangun identitas melalui visi dan misi yang kuat, seperti isu lingkungan, kesehatan, pendidikan, hingga kesetaraan.
“Menurut saya, mereka terlalu terburu-buru untuk mendeklarasikan dukungan, namun bisa jadi memang ini merupakan strategi politik,” tambahnya.
Fungsi Pendidikan Politik dan Kritik Masyarakat
Munculnya fenomena early booking atau pemesanan dukungan sejak dini ini memicu beragam respons dari masyarakat. Selain disambut positif oleh pendukung masing-masing figur, langkah ini juga menuai kritik karena dianggap mengabaikan proses kaderisasi dan idealisme kepartaian.
Andina menegaskan bahwa partai politik memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat sesuai amanat undang-undang. Hal ini penting agar masyarakat awam tidak mendapatkan informasi yang keliru dalam memaknai proses berdemokrasi yang etis.
Profil Singkat Gema Bangsa dan Gerakan Rakyat
Berdasarkan data yang dihimpun, kedua partai ini lahir hanya berselisih satu hari. Berikut adalah rincian singkat mengenai kedua partai tersebut:
| Nama Partai | Tanggal Berdiri | Figur yang Didukung |
| Partai Gema Bangsa | 17 Januari 2026 | Prabowo Subianto |
| Partai Gerakan Rakyat | 18 Januari 2026 | Anies Baswedan |
Sekretaris Jenderal Partai Gema Bangsa, Muhammad Sopiyan, menyatakan bahwa dukungan kepada Prabowo didasari visi mewujudkan Indonesia mandiri dan sejahtera. Sementara itu, Ketua Umum Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, menegaskan keinginan organisasinya untuk melihat Anies Baswedan memimpin Indonesia demi keadilan dan kemakmuran.
Informasi mengenai perkembangan partai politik baru ini dihimpun dari pernyataan resmi masing-masing pengurus partai serta analisis pakar hukum yang dirilis pada awal Februari 2026.
