Pakar Ungkap 6 Minuman Efektif Stabilkan Gula Darah di Pagi Hari: Cegah Lonjakan Berbahaya
Fenomena lonjakan gula darah di pagi hari, bahkan tanpa asupan makanan manis, kerap dialami sebagian orang. Kondisi yang dikenal sebagai ‘dawn phenomenon’ ini terjadi ketika hormon tubuh meningkatkan produksi gula sebagai energi, namun tubuh penderita diabetes tidak selalu mampu menyeimbangkannya dengan insulin. Penurunan insulin semalaman atau respons tubuh terhadap gula darah rendah di malam hari juga dapat menjadi pemicu. Jika sering terjadi, kondisi ini berpotensi memengaruhi kontrol diabetes jangka panjang.
Sejumlah penelitian dan saran dari pakar kesehatan telah mengidentifikasi beberapa minuman yang dapat membantu mengatasi lonjakan gula darah di pagi hari. Berikut adalah enam minuman yang direkomendasikan untuk menstabilkan kadar gula darah saat memulai hari.
Air Biji Fenugreek: Solusi Alami Pengendali Gula Darah
Air biji fenugreek dikenal memiliki sifat pengendali gula darah berkat kandungan serat larut dan senyawa yang mampu meningkatkan kerja insulin. Riset dari jurnal Medicina pada tahun 2023 menunjukkan bahwa konsumsi biji fenugreek setiap hari dapat membantu pengendalian gula darah serta meningkatkan kesehatan kolesterol.
Mengonsumsi air rendaman biji fenugreek sebelum sarapan dapat memperlambat penyerapan gula oleh tubuh, sehingga kadar gula darah setelah makan menjadi lebih rendah. Untuk mendapatkan manfaatnya, rendam satu sendok teh biji fenugreek dalam air semalaman, lalu minum airnya di pagi hari. Biji fenugreek dapat dibuang atau dikunyah.
Jus Pare dan Jus Sayuran Hijau: Penyerapan Glukosa Optimal
Pare memiliki efek penurun gula darah yang berasal dari kandungan charantin dan polypeptide-p. Kedua senyawa ini berperan penting dalam membantu penyerapan glukosa dan fungsi insulin. Manfaat alami pare untuk mengatur gula darah dapat diperoleh dengan mengonsumsi jus pare segar di pagi hari, baik diminum langsung maupun dicampur air untuk mengurangi rasa pahitnya.
Menurut riset dari Journal Traditional Complement Medicine tahun 2017, kombinasi jus pare dengan jus amla juga efektif membantu mengontrol gula darah sekaligus mendukung kesehatan ginjal dan hati. Sementara itu, Serena Pratt, MS, RDN, menjelaskan bahwa sayuran seperti bayam, kale, dan kembang kol yang diblender juga dapat menambah serat tanpa meningkatkan kadar gula secara signifikan.
Air Rendaman Kayu Manis: Meningkatkan Sensitivitas Insulin
Senyawa dalam kayu manis bekerja menyerupai insulin, membantu sel menyerap glukosa lebih efektif dan memperbaiki kontrol gula darah. Manfaat kayu manis dapat diperoleh dengan merendam satu sendok bubuk kayu manis dalam air semalaman, lalu meminumnya di pagi hari.
Rutinitas ini terbukti dapat menurunkan kadar gula darah puasa dan memperbaiki resistensi insulin. Selain itu, kayu manis juga mendukung kesehatan jantung, menurunkan kolesterol dan trigliserida, membantu pengelolaan berat badan, serta meningkatkan fungsi metabolisme secara keseluruhan.
Jus Buah Beri: Manis Alami Kaya Serat
Kimberly Gomer, MS, RD, mengungkapkan bahwa buah beri seperti blueberry, stroberi, dan blackberry dapat memberikan rasa manis alami sekaligus menambah asupan serat. Serat berperan penting dalam memperlambat proses pencernaan dan pengosongan lambung, sehingga penyerapan gula ke dalam darah terjadi lebih lambat dan kenaikan gula darah menjadi lebih terkendali.
Teh Hijau: Peningkat Sensitivitas Insulin dan Pelindung Jantung
Teh hijau mengandung katekin dan polifenol yang dapat membantu mengelola gula darah dengan meningkatkan sensitivitas insulin sel dan menghambat penyerapan glukosa di usus. Seseorang yang memulai hari dengan teh hijau cenderung memiliki fungsi metabolisme yang lebih baik dan kadar gula darah yang lebih stabil sepanjang hari.
Mengonsumsi teh hijau secara rutin terbukti dapat mencegah perkembangan diabetes tipe 2 dan melindungi kesehatan jantung. Untuk hasil terbaik, teh hijau sebaiknya dikonsumsi tanpa gula. Para ahli juga merekomendasikan air putih, kopi tanpa gula, atau teh herbal untuk membantu ginjal membuang kelebihan gula melalui urin dan menjaga volume darah tetap sehat. Serena Pratt, MS, RDN, menekankan pentingnya menjaga hidrasi tubuh harian karena cairan yang cukup mendukung konsistensi rutinitas, mengatur nafsu makan, serta menjaga fokus, yang pada akhirnya berpengaruh pada pola makan dan gaya hidup dalam pengelolaan gula darah.
Smoothie, Yoghurt, dan Susu: Kombinasi Nutrisi Lengkap
Smoothie dengan kombinasi protein, buah, sayuran tinggi serat, serta lemak sehat merupakan pilihan bergizi yang efektif untuk membantu mengontrol kadar gula darah. Ahli gizi Lindsay Cohen mengatakan bahwa smoothie dapat memberikan asupan cairan yang cukup, terutama jika dibuat dengan air atau susu nabati tanpa pemanis sebagai dasar.
Serena Pratt menambahkan, kehadiran lemak sehat dalam smoothie turut membantu menjaga rasa kenyang lebih lama karena lemak dicerna lebih perlahan. Ia menyebutkan, lemak sehat seperti selai kacang, biji chia atau biji rami, alpukat, serta yogurt Yunani full fat dapat memperlambat pergerakan lambung, meningkatkan rasa kenyang, dan membantu menjaga kestabilan kadar gula darah.
Sementara itu, protein dari yogurt Yunani, susu kedelai, susu sapi, atau bubuk protein dinilai cocok dikonsumsi pada pagi hari karena dapat memberikan energi tahan lama, meningkatkan rasa kenyang, dan membantu menstabilkan gula darah. Cohen menjelaskan bahwa protein membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna dibandingkan karbohidrat. Jika dikonsumsi bersamaan, protein dapat memperlambat lonjakan kadar glukosa dalam darah. Selain itu, protein juga merangsang pelepasan hormon yang memperlambat pengosongan lambung dan dapat meningkatkan respons insulin tubuh.
Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui berbagai riset ilmiah dan pernyataan pakar kesehatan yang dirilis pada Selasa, 03 Februari 2026.