Memasuki bulan suci Ramadhan 2026, umat Muslim di Indonesia mulai bersiap melaksanakan ibadah qiyamul lail, khususnya sholat Tarawih. Ibadah sunnah yang dilakukan setiap malam sepanjang bulan puasa ini menjadi momen penting bagi jamaah untuk meraih ampunan dan keberkahan yang berlipat ganda.
Mengenal Makna dan Waktu Pelaksanaan Sholat Tarawih
Secara etimologi, Tarawih berasal dari kata tarwīh yang berarti istirahat. Hal ini merujuk pada tradisi para sahabat Nabi yang melakukan jeda istirahat di antara rakaat sholat tersebut. Sholat Tarawih dilaksanakan setelah sholat Isya dan berakhir sebelum waktu subuh tiba, dimulai sejak malam pertama bulan Ramadhan.
Dalil dan Keutamaan Menghidupkan Malam Ramadhan
Landasan pelaksanaan sholat Tarawih merujuk pada hadis Rasulullah SAW yang menekankan pentingnya menghidupkan malam Ramadhan dengan ibadah. Dalam hadis riwayat Ahmad disebutkan bahwa siapa pun yang berpuasa dan melaksanakan qiyam (sholat malam) karena iman, maka ia akan keluar dari dosa-dosanya seperti bayi yang baru lahir.
“Sesungguhnya Ramadhan adalah bulan dimana Allah mewajibkan puasanya, dan sesungguhnya aku menyunnahkan qiyamnya untuk orang-orang Islam. Maka barang siapa berpuasa Ramadhan dan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka ia keluar dari dosa-dosanya sebagaimana pada hari ia dilahirkan oleh ibunya.” (HR Ahmad)
Bacaan Niat Sholat Tarawih dan Witir
Niat merupakan rukun penting dalam ibadah. Berikut adalah rincian niat sholat Tarawih sesuai dengan posisi jamaah:
- Niat Sholat Tarawih Sendiri: Ushalli sunnatat tarawihi rak‘ataini lillahi ta‘ala. (Saya niat sholat sunnah tarawih dua rakaat karena Allah Ta’ala).
- Niat Sholat Tarawih Makmum: Ushalli sunnatat tarawihi rak‘ataini ma’muman lillahi ta‘ala.
- Niat Sholat Tarawih Imam: Ushalli sunnatat tarawihi rak‘ataini imaman lillahi ta‘ala.
Setelah menyelesaikan rangkaian Tarawih, jamaah dianjurkan menutupnya dengan sholat Witir. Niat untuk sholat Witir tiga rakaat adalah: Ushalli sunnatat witri thalatha raka‘atin lillahi ta‘ala.
Ketentuan Jumlah Rakaat dan Tata Cara
Terdapat dua pendapat utama mengenai jumlah rakaat sholat Tarawih yang umum dipraktikkan di Indonesia. Sebagian umat Muslim melaksanakan 8 rakaat ditambah 3 rakaat Witir (total 11 rakaat), sementara sebagian lainnya melaksanakan 20 rakaat ditambah 3 rakaat Witir (total 23 rakaat). Keduanya memiliki dasar fiqih yang kuat dan sah untuk dijalankan.
Tata cara pelaksanaannya serupa dengan sholat sunnah pada umumnya, yakni dilakukan dua rakaat dengan satu salam. Urutan gerakannya meliputi:
- Niat dan Takbiratul Ihram.
- Membaca doa Iftitah, Al-Fatihah, dan surat pendek Al-Qur’an.
- Rukuk, I’tidal, dan Sujud dua kali.
- Tasyahud akhir pada rakaat kedua dan diakhiri dengan salam.
Manfaat Spiritual Ibadah Tarawih
Berdasarkan data dari Baznas, sholat Tarawih tidak hanya berfungsi sebagai penggugur dosa, tetapi juga membawa ketenangan batin dan memperkuat hubungan spiritual antara hamba dengan Sang Pencipta. Suasana berjamaah di masjid juga dinilai mampu mempererat tali silaturahmi antarwarga selama bulan suci.
Informasi mengenai panduan ibadah ini disusun berdasarkan rujukan dalil hadis dan penjelasan otoritas keagamaan mengenai tata cara ibadah Ramadhan yang berlaku secara umum di Indonesia.
