Bitcoin (BTC) kembali mencatatkan penurunan harga dalam perdagangan 24 jam terakhir hingga menyentuh level 68.802,23 dollar AS pada Senin (16/2/2026). Penurunan sebesar 1,23 persen secara harian ini memperpanjang tren negatif aset kripto terbesar tersebut yang telah terkoreksi hingga 27,89 persen dalam kurun waktu 30 hari terakhir.
Kinerja Aset Kripto Utama dan Dominasi Pasar
Berdasarkan data CoinMarketCap, kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini berada di angka 1,37 triliun dollar AS dengan dominasi pasar mencapai 58,43 persen. Volume transaksi dalam 24 jam terakhir tercatat sebesar 40,03 miliar dollar AS, di tengah peredaran suplai yang mencapai 19,99 juta BTC dari total maksimum 21 juta koin.
Tekanan jual tidak hanya melanda Bitcoin, tetapi juga merambah ke sejumlah aset kripto utama lainnya. Berikut adalah rincian harga aset kripto pada Senin pagi:
| Aset Kripto | Harga (USD) | Perubahan Harian |
|---|---|---|
| Ethereum (ETH) | 1.966,42 | -5,26% |
| XRP | 1,477 | -3,20% |
| BNB | 614,38 | -2,52% |
| Solana (SOL) | 85,97 | -2,24% |
| TRX | 0,2805 | -0,62% |
Standard Chartered Pangkas Proyeksi Harga Bitcoin
Bank global Standard Chartered kembali merevisi turun proyeksi harga Bitcoin untuk kedua kalinya dalam tiga bulan terakhir. Dalam laporan terbarunya, bank tersebut memperkirakan Bitcoin akan menutup tahun 2026 di level 100.000 dollar AS, jauh lebih rendah dari proyeksi sebelumnya yang sempat dipatok pada angka 150.000 dollar AS.
Kepala Riset Aset Digital Global Standard Chartered, Geoffrey Kendrick, memperingatkan adanya potensi kapitulasi harga lebih lanjut. Ia menyebut Bitcoin berisiko merosot hingga ke level 50.000 dollar AS sebelum akhirnya menunjukkan tanda-tanda pemulihan pada paruh kedua tahun ini.
“Masih ada potensi kapitulasi harga dalam beberapa bulan ke depan. Tekanan tersebut dipicu oleh arus keluar dana dari produk exchange-traded fund (ETF) serta melemahnya kondisi makroekonomi,” ujar Kendrick.
Sentimen ETF dan Kebijakan Suku Bunga The Fed
Data Bloomberg menunjukkan bahwa investor telah menarik hampir 8 miliar dollar AS dari ETF spot Bitcoin di Amerika Serikat sejak aksi jual besar-besaran pada 10 Oktober lalu. Kepemilikan Bitcoin dalam instrumen ETF menyusut hampir 100.000 koin, dengan rata-rata investor saat ini berada dalam posisi merugi karena harga masuk mayoritas berada di kisaran 90.000 dollar AS.
Dari sisi makroekonomi, pasar memperkirakan tidak akan ada pemangkasan suku bunga tambahan hingga Kevin Warsh resmi menjabat sebagai Ketua The Fed pada akhir tahun ini. Kondisi ini dinilai menahan minat investor untuk menyuntikkan dana baru ke pasar aset digital yang memiliki volatilitas tinggi.
Selain Bitcoin, Standard Chartered juga memangkas target harga Ethereum (Ether) menjadi 4.000 dollar AS pada akhir 2026, dari target sebelumnya sebesar 7.500 dollar AS. Saat ini, Ether diperdagangkan di bawah level 2.000 dollar AS dan diprediksi bisa menyentuh 1.400 dollar AS sebelum terjadi rebound. Secara historis, Bitcoin telah terkoreksi lebih dari 40 persen dari puncaknya pada Oktober yang mendekati 127.000 dollar AS.
Informasi mengenai pergerakan pasar aset digital ini dihimpun berdasarkan laporan pasar CoinMarketCap dan analisis resmi dari Standard Chartered yang dirilis pada Februari 2026.
