Penemuan fosil spesies ikan purba di kawasan Arktik, Kanada, membuka babak baru dalam sejarah evolusi hewan bertulang belakang atau vertebrata. Fosil bernama Romundina gagnieri ini diidentifikasi sebagai salah satu bukti tertua kemunculan struktur gigi dan rahang pada makhluk hidup yang diduga menjadi nenek moyang semua hewan berahang.
Detail Penemuan di Arktik Kanada
Fragmen tengkorak ikan berlapis baja ini ditemukan di batuan Pulau Prince of Wales, Kanada bagian utara. Wilayah tersebut merupakan dasar laut purba yang terbentuk sekitar 400 juta tahun lalu. Berdasarkan studi yang dipublikasikan dalam jurnal Royal Society Open Science, fosil ini menunjukkan adanya gigi yang tumbuh di atas lempeng tulang pada langit-langit mulut.
Penemuan ini sangat signifikan karena menggeser pandangan lama mengenai asal-usul rahang dan gigi sebagai ciri khas utama kehidupan vertebrata. Arsitektur mulut yang ditemukan pada Romundina gagnieri memperluas pemahaman ilmiah tentang kapan struktur gigi pertama kali berkembang di bumi.
Pergeseran Teori Evolusi Gigi
Peneliti utama dari Institut Ilmu Pengetahuan Alam Kerajaan Belgia (RBINS), Dr. Sebastien Olive, menjelaskan bahwa temuan ini adalah potongan penting dalam teka-teki evolusi. Analisis mendalam menunjukkan pola pertumbuhan gigi yang tidak biasa, yakni bertambah secara radial dari tengah ke tepi lempeng, bukan dari belakang ke depan seperti teori lama.
“Struktur yang kami temukan menunjukkan bahwa gigi dan rahang tidak muncul secara sederhana atau linear seperti yang selama ini diasumsikan,” ujar Dr. Olive.
Pola pertumbuhan radial ini mengindikasikan bahwa awal evolusi gigi jauh lebih fleksibel daripada dugaan para ahli sebelumnya. Romundina termasuk dalam kelompok placoderm, yaitu ikan berlapis baja yang telah punah dan menempati posisi dasar dalam pohon evolusi ikan berahang.
Penggunaan Teknologi Pencitraan Sinkrotron
Untuk meneliti struktur mikro tanpa merusak fosil yang rapuh, tim peneliti menggunakan teknologi pencitraan sinkrotron. Metode pemindaian sinar-X berintensitas tinggi ini menghasilkan model tiga dimensi yang memperlihatkan lapisan internal gigi dan jaringan mineral dengan resolusi sangat detail.
Hasil pemindaian mengungkap adanya odontodes, yaitu benjolan jaringan keras yang mengalami mineralisasi. Lapisan ini tumbuh bertahap dan bahkan dapat menutupi gigi yang rusak. Selain itu, ditemukan bercak mineral ekstra keras yang diduga berfungsi untuk membantu ikan menghancurkan mangsa bercangkang keras.
Dampak bagi Perilaku Makan Vertebrata
Kemunculan gigi membawa dampak besar bagi perilaku makan vertebrata awal. Dengan adanya gigi, hewan purba tidak lagi sekadar menyaring atau mengisap makanan, melainkan mampu mencengkeram, memotong, dan menghancurkan mangsa secara aktif.
Dr. Olive menegaskan bahwa kemampuan ini memungkinkan nenek moyang vertebrata untuk mengeksplorasi sumber makanan baru dan menempati relung ekologi yang sebelumnya tidak terjangkau. Temuan ini menjadi jendela langka menuju masa ketika rahang dan gigi mulai membentuk fondasi kehidupan vertebrata modern.
Informasi lengkap mengenai studi evolusi ikan purba ini disampaikan melalui jurnal Royal Society Open Science dan hasil penelitian terbaru yang dirilis pada Februari 2026.
