Internasional

Perancis Resmi Ganti Zoom dan Microsoft Teams dengan Aplikasi Lokal Visio untuk Rapat Pemerintah

Pemerintah Perancis secara resmi mengumumkan rencana untuk menghentikan penggunaan platform konferensi video buatan Amerika Serikat (AS), seperti Microsoft Teams dan Zoom, di lingkungan pemerintahan. Sebagai gantinya, Perancis akan beralih menggunakan platform buatan dalam negeri bernama Visio. Kebijakan ini diumumkan pada Senin, 27 Januari 2026, dan dijadwalkan akan diterapkan secara bertahap di seluruh kementerian serta lembaga pemerintah Perancis hingga tahun 2027 mendatang.

Langkah Perancis Perkuat Kedaulatan Digital

Menteri Pelayanan Publik dan Reformasi Negara Perancis, David Amiel, menyatakan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk menjamin keamanan dan kerahasiaan komunikasi elektronik pemerintah. Selain itu, langkah ini merupakan bagian integral dari strategi Perancis untuk memperkuat kedaulatan digitalnya. Amiel juga menekankan upaya mengurangi ketergantungan pada penyedia perangkat lunak asing, khususnya dari AS.

“Tujuan dari kebijakan ini adalah mengakhiri penggunaan solusi non-Eropa dan menjamin keamanan serta kerahasiaan komunikasi elektronik publik dengan mengandalkan alat yang kuat dan berdaulat,” ujar Amiel dalam pernyataan resmi kepada EuroNews.

Visio: Solusi Lokal Berbasis Cloud Berdaulat

Platform konferensi video lokal yang akan digunakan, Visio, beroperasi di atas cloud berdaulat milik Outscale, anak usaha dari perusahaan perangkat lunak Perancis Dassault Systèmes. Dengan demikian, seluruh data rapat pemerintah akan disimpan dan dikelola sepenuhnya di dalam negeri. Visio juga dilengkapi dengan fitur transkrip rapat berbasis kecerdasan buatan (AI) dan speaker diarization, yang dikembangkan oleh startup Perancis, Pyannote.

Bagian dari Program Suite Numérique dan Uji Coba

Visio merupakan bagian dari program yang lebih luas, yakni Suite Numérique, sebuah ekosistem alat digital berdaulat yang dikembangkan pemerintah Perancis untuk menggantikan layanan AS seperti Gmail dan Slack. Berbeda dengan layanan komersial, Suite Numérique dirancang khusus untuk aparatur sipil negara dan tidak tersedia untuk masyarakat umum maupun perusahaan swasta.

Pemerintah Perancis melaporkan bahwa Visio telah melalui masa uji coba selama sekitar satu tahun dan kini telah digunakan oleh sekitar 40.000 pegawai negeri sipil. Ke depan, platform ini akan menjadi solusi standar untuk rapat daring di seluruh institusi pemerintah Perancis. Masyarakat umum di Perancis masih dapat menggunakan Microsoft Teams atau Zoom seperti biasa.

Kekhawatiran Eropa dan Potensi Penghematan

Kebijakan ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran negara-negara Eropa terhadap ketergantungan berlebihan pada infrastruktur teknologi informasi (TI) AS, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari EuroNews pada Rabu, 28 Januari 2026. Kekhawatiran ini semakin menguat setelah sejumlah gangguan layanan cloud AS terjadi sepanjang tahun lalu.

Selain isu keamanan dan gangguan, pemerintah Perancis juga mengklaim bahwa migrasi ke Visio dapat memangkas biaya lisensi perangkat lunak. Penghematan yang diperkirakan mencapai 1 juta euro per tahun, atau sekitar Rp 20 miliar, untuk setiap 100.000 pengguna. Kebijakan Perancis ini dinilai sebagai salah satu langkah paling tegas di Eropa dalam upaya merebut kembali kendali atas infrastruktur digital strategis negara melalui aplikasi konferensi video.

Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui pernyataan resmi Menteri Pelayanan Publik dan Reformasi Negara Perancis, David Amiel, yang dirilis pada 27 Januari 2026 dan dikutip oleh EuroNews.