Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) resmi menambah kekuatan armadanya dengan menerima dua unit pesawat latih tempur T-50i buatan Korea Selatan. Kedatangan alutsista ini merupakan bagian dari kontrak pengadaan enam unit pesawat untuk mendukung modernisasi pertahanan nasional pada awal tahun 2026.
Proses Perakitan di Lanud Iswahjudi Madiun
Juru Bicara Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa kedua pesawat tersebut dikirim dari Korea Selatan melalui kargo udara. Saat ini, seluruh komponen pesawat tengah menjalani proses perakitan di Lanud Iswahjudi, Madiun, Jawa Timur.
Sirait juga memberikan klarifikasi terkait video viral di media sosial yang menunjukkan komponen pesawat diangkut menggunakan truk menuju pangkalan udara. Ia menegaskan bahwa seluruh proses pemindahan logistik dilakukan melalui mekanisme resmi dan aman sesuai standar operasional yang berlaku.
Fungsi T-50i sebagai Pesawat Latih Tempur
Pesawat T-50i ini akan difungsikan sebagai lead-in fighter trainer bagi para penerbang TNI AU. Pesawat ini menjadi sarana pelatihan lanjutan yang krusial sebelum pilot mengoperasikan jet tempur utama yang memiliki teknologi lebih kompleks.
Indonesia sebelumnya telah mengoperasikan model T-50i generasi awal melalui Skadron Udara 15 yang bermarkas di Madiun. Penambahan unit baru ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pelatihan sekaligus mendukung kekuatan tempur ringan dalam menjaga kedaulatan wilayah udara.
Kelanjutan Pengadaan Jet Tempur Rafale
Selain T-50i, Indonesia telah menerima tiga unit jet tempur Rafale dari Perancis pada pekan terakhir Januari 2026. Pengiriman tersebut merupakan tahap pertama dari total 42 unit yang dipesan pemerintah dari perusahaan Dassault Aviation.
Meskipun tiga unit pertama sudah mulai dioperasikan oleh TNI AU, jadwal pengiriman untuk tahap kedua dan ketiga belum dirinci secara mendalam. Kehadiran Rafale dan tambahan T-50i diproyeksikan akan meningkatkan secara signifikan kapabilitas pertahanan udara Indonesia di kancah regional.
Rencana Akuisisi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
Pemerintah juga terus memperkuat matra laut dengan rencana akuisisi kapal induk Giuseppe Garibaldi buatan Italia. Kepala Staf TNI AL, Laksamana Muhammad Ali, menyebutkan bahwa proses negosiasi dengan galangan kapal Fincantieri masih terus berjalan secara intensif.
Targetnya, kapal induk pertama milik Indonesia ini diharapkan tiba sebelum peringatan HUT TNI pada 5 Oktober 2026. Langkah strategis ini menjadi bagian dari upaya menyeluruh pemerintah dalam memperkuat pertahanan di seluruh matra, baik darat, laut, maupun udara.
Informasi lengkap mengenai perkembangan alutsista ini disampaikan melalui pernyataan resmi Kementerian Pertahanan dan TNI AL yang dirilis pada pertengahan Februari 2026.
