PT Garam mengungkapkan adanya minat investasi dari seorang pengusaha tembakau asal Pulau Madura untuk membangun pabrik garam industri di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Proyek dengan nilai investasi mencapai Rp 300 miliar ini direncanakan memiliki kapasitas produksi antara 80.000 hingga 160.000 ton per tahun.
Sekretaris Perusahaan PT Garam, Indra Kurniawan, menjelaskan bahwa investor tersebut merupakan pelaku usaha yang sebelumnya berfokus di sektor tembakau. Fasilitas baru ini nantinya akan difungsikan untuk menyerap hasil produksi garam dari para petani lokal di wilayah Madura.
Penyerapan Garam Rakyat dan Standar Kualitas
Kehadiran pabrik di Sumenep ini sekaligus bertujuan untuk menepis anggapan bahwa PT Garam merupakan pesaing bagi petani garam. Namun, Indra menekankan bahwa penyerapan garam rakyat masih menghadapi kendala terkait kualitas yang belum memenuhi standar kebutuhan industri.
Pabrik tersebut menetapkan standar kandungan natrium klorida (NaCl) minimal sebesar 94 persen untuk garam yang akan diserap. Indra menyebutkan bahwa selama ini petani belum mendapatkan jaminan penuh bahwa hasil panen mereka akan dibeli, sehingga motivasi untuk meningkatkan kualitas masih rendah.
“Harapannya kita akan kolaborasikan dengan KKP, harapannya para petambak garam bisa berlomba-lomba untuk memperbaiki kualitas mereka,” ujar Indra saat memberikan keterangan di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta.
Target Swasembada Garam dan Proyek Strategis 2026
Proyek di Sumenep merupakan satu dari tujuh proyek strategis yang tengah dijajaki oleh PT Garam pada tahun 2026. Secara keseluruhan, total nilai investasi dari ketujuh proyek tersebut diperkirakan mencapai Rp 10 triliun dengan target besar mendukung swasembada garam nasional pada 2027.
Beberapa proyek utama lainnya yang sedang dalam tahap penjajakan meliputi:
- Pembangunan fasilitas di Balikpapan, Kalimantan Timur, senilai Rp 7 triliun yang bekerja sama dengan PT Pertamina (Persero).
- Pembangunan pabrik Mechanical Vapor Recompression (MVR) Citycon berkapasitas 100.000 ton per tahun di Gresik.
- Pabrik MVR berkapasitas 400.000 ton per tahun di Gresik.
- Pengolahan garam di wilayah Bipolo dan Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur.
- Pembangunan pabrik calcium magnesium berbasis bittern di Sampang, Madura.
Informasi mengenai rencana investasi dan pengembangan industri ini disampaikan melalui pernyataan resmi PT Garam dalam pertemuan di Kementerian Kelautan dan Perikanan pada Kamis, 12 Februari 2026.
