Institut Teknologi Bandung (ITB) menetapkan target ambisius untuk menembus peringkat 150 besar universitas terbaik di dunia pada tahun 2030. Rektor ITB, Tatacipta Dirgantara, menegaskan bahwa pencapaian ini memerlukan transformasi menyeluruh dalam cara pandang dan pola kerja institusi melalui prinsip kekuatan kolektif.
Transformasi Menuju Peringkat Global
Target menuju peringkat 150 dunia tersebut dinilai tidak dapat dicapai tanpa adanya perubahan fundamental. Tatacipta menekankan pentingnya beralih dari pola kerja individual menjadi kekuatan kolektif yang saling menguatkan di bawah payung prinsip Satu ITB.
“Target ITB menuju peringkat 150 dunia pada 2030 membutuhkan perubahan cara pandang dan cara kerja baru. Kita harus berani bertransformasi, dari bekerja secara individual menjadi kekuatan kolektif yang saling menguatkan dengan prinsip Satu ITB,” ujar Tatacipta Dirgantara.
Capaian ITB saat ini pada QS World University Rankings dan THE World University Rankings menjadi fondasi penting. Kinerja unggulan di berbagai bidang ilmu melalui pemeringkatan by subject akan terus didorong untuk mencapai level internasional yang lebih tinggi.
Inovasi Pendidikan dan Riset Multidisiplin
Dalam aspek akademik, ITB terus memperbarui regulasi dan melakukan inovasi pembelajaran. Fokus utama mencakup pengembangan program multidisiplin, program internasional, serta skema double degree untuk meningkatkan kualitas lulusan di kancah global.
Pada bidang riset, tercatat peningkatan signifikan dalam publikasi internasional bereputasi, jumlah proposal riset, dan pendanaan eksternal. Tatacipta menekankan pentingnya hilirisasi agar hasil riset memberikan dampak nyata bagi industri dan masyarakat.
- Pengembangan program multidisiplin dan internasional.
- Peningkatan publikasi riset bereputasi global.
- Hilirisasi hasil riset untuk pembangunan nasional.
- Penguatan peran pendidikan pascasarjana sebagai universitas riset.
Penguatan Jejaring Alumni dan Kemandirian Finansial
ITB juga meluncurkan platform Satu Alumni ITB sebagai layanan satu pintu untuk memperkuat jejaring profesional dan kontribusi alumni. Tahap awal difokuskan pada verifikasi data dan penguatan profil profesional yang nantinya akan diperluas pada layanan dokumen akademik serta Dana Lestari ITB.
Dari sisi keuangan, ITB menerapkan prinsip disiplin fiskal dan efisiensi. Pendapatan institusi kini didorong melalui entitas korporasi yang mengelola konsultansi, pelatihan, solusi teknologi, serta komersialisasi riset guna menjamin keberlanjutan operasional.
Pengembangan SDM dan Visi Masa Depan
Peningkatan jumlah Guru Besar dan pemenuhan beban kerja dosen menjadi prioritas dalam aspek sumber daya manusia. Selain itu, tenaga kependidikan juga mendapatkan perhatian melalui perbaikan tata kelola dan penguatan sistem pendukung kinerja demi profesionalisme kerja.
Seluruh langkah strategis ini dirancang untuk mendukung visi ITB sebagai fourth generation university yang unggul dalam riset dan inovasi berdampak. Informasi lengkap mengenai target dan capaian ini disampaikan melalui pernyataan resmi Rektor ITB yang dirilis pada Kamis, 12 Februari 2026.
