Islami

Simak Bacaan Niat Puasa Ramadhan 1447 H Lengkap dengan Waktu dan Ketentuan Menurut Syariat

Advertisement

Niat merupakan syarat utama sahnya ibadah puasa Ramadhan 1447 H yang wajib dihadirkan setiap Muslim sebelum terbit fajar. Berdasarkan ketentuan syariat, ibadah puasa wajib tidak dinilai sah apabila seseorang tidak menetapkan niatnya pada malam hari sebagaimana ditegaskan oleh para ulama dan otoritas keagamaan.

Ketentuan Waktu Niat Puasa Ramadhan

Waktu untuk membaca niat puasa Ramadhan dimulai sejak malam hari setelah matahari terbenam hingga sebelum terbit fajar. Para ulama sepakat bahwa puasa wajib, termasuk Ramadhan, memerlukan niat yang dilakukan pada malam hari atau disebut dengan istilah tabyit.

Imam an-Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ ala Syarh al-Muhadzab menjelaskan bahwa tidak sah puasa Ramadhan maupun puasa wajib lainnya kecuali dengan niat di malam hari. Di Indonesia, masyarakat umumnya membaca niat secara bersama-sama setelah shalat Tarawih sebagai langkah antisipasi agar tidak lupa sebelum waktu subuh tiba.

Landasan Hadis Mengenai Niat

Kewajiban menghadirkan niat ini didasarkan pada sabda Rasulullah SAW yang menekankan bahwa kualitas suatu perbuatan bergantung pada tujuannya. Dalam konteks puasa, terdapat hadis riwayat Tirmidzi yang menjadi rujukan utama para ulama:

“Barang siapa yang tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.”

Hadis tersebut menegaskan bahwa niat bukan sekadar formalitas, melainkan fondasi utama dari setiap amal ibadah yang dilakukan oleh seorang Muslim.

Tata Cara dan Lafadz Niat Puasa Ramadhan 1447 H

Secara prinsip, niat adalah kehendak di dalam hati untuk melakukan ibadah. Namun, melafazkan niat dengan lisan sangat dianjurkan atau sunnah untuk membantu kemantapan hati. Syekh Khatib asy-Syirbini menjelaskan bahwa lisan berfungsi membantu hati agar lebih fokus dan menjauhkan diri dari keragu-raguan.

Advertisement

Berikut adalah bacaan niat puasa Ramadhan versi lengkap yang dapat diamalkan:

Nawaitu souma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.

Artinya: “Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.”

Selain versi lengkap, terdapat pula lafaz yang lebih ringkas namun tetap sah secara syariat:

  • Nawaitu souma Ramadhana (Saya niat menunaikan ibadah puasa Ramadhan).

Meskipun lafaz singkat diperbolehkan, para ulama menganjurkan versi lengkap sebagai bentuk kesungguhan dalam menjalankan ibadah. Informasi mengenai tata cara dan ketentuan niat puasa ini disampaikan berdasarkan rujukan dari laman resmi MUI dan literatur fikih klasik untuk menyambut Ramadhan 1447 H.

Advertisement