Pemerintah Singapura resmi menetapkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) sebagai pilar utama dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Kebijakan strategis ini mencakup pemberian insentif fiskal besar-besaran bagi sektor swasta guna memacu produktivitas dan memperkokoh daya saing ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
Perdana Menteri sekaligus Menteri Keuangan Singapura, Lawrence Wong, menegaskan bahwa AI merupakan motor penggerak pertumbuhan masa depan. Dalam presentasi anggaran di Parlemen, Wong menyatakan bahwa teknologi ini harus dioptimalkan untuk melayani kepentingan nasional dan masyarakat luas.
Skema Insentif Pajak dan Dukungan Bisnis
Salah satu poin krusial dalam APBN 2026 adalah perluasan Skema Inovasi Perusahaan yang menawarkan potongan pajak hingga 400 persen bagi pelaku usaha. Insentif ini kini mencakup pengeluaran yang berkaitan dengan adopsi AI, dengan batas maksimal 50.000 dollar Singapura atau sekitar Rp666 juta per tahun untuk periode 2027 dan 2028.
Langkah ini dinilai sebagai intervensi pemerintah yang paling agresif dalam mendorong transformasi digital di sektor swasta. Pemerintah berharap perusahaan tidak sekadar bereksperimen, tetapi benar-benar mengintegrasikan AI ke dalam proses bisnis inti mereka untuk menetapkan standar baru di industri masing-masing.
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi yang Optimis
Fokus pada teknologi AI membawa dampak positif terhadap proyeksi ekonomi Singapura. Pemerintah merevisi target pertumbuhan ekonomi tahun ini menjadi 2 hingga 4 persen, naik dari perkiraan sebelumnya yang hanya berada di kisaran 1 sampai 3 persen. Permintaan investasi yang kuat di sektor AI menjadi faktor utama di balik optimisme tersebut.
| Indikator Ekonomi | Proyeksi Sebelumnya | Proyeksi APBN 2026 |
| Pertumbuhan PDB | 1% – 3% | 2% – 4% |
| Fokus Utama | Manufaktur Tradisional | AI dan Teknologi Tinggi |
Pembentukan Dewan AI Nasional
Untuk memastikan arah kebijakan yang terstruktur, pemerintah membentuk National AI Council atau Dewan AI Nasional yang dipimpin langsung oleh Lawrence Wong. Dewan ini akan mempercepat penerapan AI di berbagai sektor strategis, termasuk:
- Manufaktur dan industri berat.
- Sektor keuangan dan perbankan.
- Konektivitas dan logistik.
- Layanan kesehatan publik.
Ketahanan Nasional dan Belanja Sosial
Selain fokus pada teknologi, Singapura tetap memprioritaskan ketahanan nasional dengan rencana peningkatan belanja pertahanan secara bertahap di atas 3 persen dari PDB. Langkah ini diambil untuk merespons tantangan geopolitik, ancaman siber, dan risiko perubahan iklim yang semakin nyata.
Di sisi lain, pemerintah tetap mengalokasikan belanja sosial untuk mendukung keluarga berpendapatan rendah serta melakukan penyesuaian pada cukai tembakau. Fokus utama APBN 2026 tetap pada penyiapan sumber daya manusia agar siap menghadapi era transformasi digital yang dibawa oleh perkembangan AI.
Informasi lengkap mengenai rincian kebijakan fiskal ini disampaikan melalui pidato anggaran resmi oleh Perdana Menteri Lawrence Wong yang dirilis pada Kamis, 12 Februari 2026.
