Edukasi

Sosok Rezzy Eko Caraka, Peneliti BRIN yang Raih Predikat Wisudawan Terbaik Unpad dengan 7 Jurnal Q1

Advertisement

Rezzy Eko Caraka, seorang peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), resmi dinobatkan sebagai wisudawan terbaik Program Profesi Universitas Padjadjaran (Unpad) pada Minggu (15/2/2026). Capaian ini diraih berkat kontribusi signifikannya dalam dunia sains global, termasuk keberhasilannya menerbitkan tujuh publikasi pada jurnal internasional terindeks Scopus Q1.

Selain prestasi akademik di kampus, Rezzy juga mencatatkan namanya dalam daftar bergengsi Top 2% Researchers Worldwide tahun 2025 versi Stanford University dan Elsevier. Lulusan Program Studi Profesi Insinyur Sekolah Pascasarjana Unpad ini juga menyabet gelar Best Researcher Award 2025 serta berbagai hibah riset internasional bernilai fantastis.

“Pencapaian ini adalah akumulasi dari proses panjang, kerja keras, kegagalan, dan pembelajaran sebagai peneliti. Lebih dari sekadar prestasi personal, capaian ini menjadi pengingat bahwa kerja ilmiah yang dilakukan secara konsisten dan jujur pada akhirnya akan menemukan ruang apresiasinya,” ujar Rezzy.

Fokus Riset pada Data Science dan SDGs

Dalam menjalankan aktivitas risetnya, Rezzy menjelaskan bahwa seluruh karyanya memiliki satu benang merah utama, yakni penerapan data science dan kecerdasan buatan (AI). Teknologi ini ia gunakan untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di berbagai sektor.

Konsistensi tersebut ia bangun melalui penyusunan peta jalan (roadmap) penelitian yang jelas, fokus, dan relevan. Rezzy menekankan bahwa riset yang paling berkesan adalah riset yang mampu keluar dari ranah akademik dan diterjemahkan menjadi kebijakan atau praktik yang membawa perubahan positif di masyarakat.

Daftar Publikasi Jurnal Internasional Q1

Selama menempuh pendidikan profesi, Rezzy berhasil mempublikasikan tujuh karya ilmiah pada jurnal bereputasi tinggi, antara lain:

  • Discover Sustainability: Integrasi spatial data science dan pemodelan bayesian INLA untuk penilaian limbah di Bali.
  • Journal of Healthcare Leadership: Pemetaan bibliometrik global terkait AI dalam onkologi kanker.
  • Journal of Multidisciplinary Healthcare: Analisis big data untuk pola konektivitas vokal pada ADHD.
  • International Journal of Applied Earth Observation and Geoinformation: Analisis disparitas spasial status gizi anak di Indonesia.
  • Discover Sustainability: Penggunaan Kolmogorov–Arnold network untuk pemetaan protein laut guna mendukung program MBG.
  • Discover Sustainability: Studi faktor sosial-ekonomi terhadap konsentrasi PM2.5 dan NO2 pada kasus tuberkulosis.
  • Discover Sustainability: Evaluasi aksesibilitas dan ekuitas internet di Indonesia menggunakan data SUSENAS dan OOKLA.

Pengakuan dan Penghargaan Internasional

Sepanjang tahun 2025, Rezzy menerima berbagai pengakuan dunia atas dedikasinya di bidang sains. Berikut adalah beberapa di antaranya:

Advertisement

Jenis Penghargaan/KegiatanKeterangan
Top 2% Researchers WorldwideKategori Artificial Intelligence & Image Processing (Stanford/Elsevier)
Best Researcher Award 2025Kategori Young Researcher (di bawah 40 tahun)
Research Grant MOST TaiwanHibah riset senilai USD 90.000 (multiyear)
Elshinta Award 2025Inspirational Youth for Indonesia’s Vision 2045
Lindau Nobel Laureate MeetingsPartisipasi dalam pertemuan ilmuwan tingkat dunia

Selain itu, ia aktif menjadi pembicara kunci (keynote speaker) di berbagai forum internasional, mulai dari Muslim Council of Elders di Abu Dhabi, forum pengurangan risiko bencana di Bangkok, hingga konferensi matematika di Sorbonne Université, Prancis.

Integritas dan Kontribusi Lokal untuk Global

Rezzy menilai lingkungan akademik di Unpad sangat mendukung perkembangan risetnya melalui ruang diskusi dan kolaborasi lintas disiplin. Ia berpesan kepada rekan-rekan mahasiswa agar tidak merasa inferior dalam persaingan global.

“Mulailah dari riset atau karya yang relevan dengan persoalan nyata di sekitar kita, karena kontribusi global yang kuat selalu berakar dari pemahaman lokal yang mendalam,” pungkasnya. Ia meyakini bahwa proses yang dijalani dengan jujur dan disiplin akan menghasilkan capaian yang berkelanjutan.

Informasi lengkap mengenai pencapaian ini disampaikan melalui pernyataan resmi Universitas Padjadjaran yang dirilis pada 15 Februari 2026.

Advertisement