Sejumlah petani kopi di Lampung Utara mulai menerapkan pola pertanian regeneratif untuk mengatasi kerusakan lahan akibat tingkat keasaman tanah yang tinggi. Langkah ini menjadi titik balik bagi para petani yang sebelumnya sempat berencana beralih komoditas akibat penurunan produktivitas lahan yang signifikan.
Tantangan Tanah Asam dan Ancaman Alih Fungsi Lahan
Solihin, salah satu petani kopi peserta demoplot Louis Dreyfus Company (LDC), menceritakan pengalamannya menghadapi kondisi tanah dengan tingkat pH hanya 5,3 hingga 5,6. Padahal, untuk mencapai hasil panen yang optimal, tanaman kopi membutuhkan tingkat keasaman tanah yang ideal di angka 6 hingga 7.
Kondisi lahan yang memburuk tersebut sempat membuat Solihin merasa putus asa pada tahun 2020. “Dulu sekitar tahun 2020, saya sudah frustrasi karena kondisi tanah seperti itu. Saya berniat mau alih jadi petani kelapa sawit,” ujar Solihin dalam acara bertajuk “Regenerative Agriculture” di Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Kolaborasi Tekan Penggunaan Bahan Kimia
Melalui bimbingan teknis dari LDC dan kolaborasi dengan Pandawa Agri Indonesia, para petani mulai mengubah pola tanam dengan mengurangi ketergantungan pada input kimia. CEO Pandawa Agri Indonesia, Kukuh Roxa, menjelaskan bahwa fokus inovasi ini adalah membantu petani tanpa menurunkan hasil panen mereka.
Berdasarkan data internal perusahaan, inisiatif yang dijalankan sejak 2021 ini telah memberikan dampak lingkungan yang terukur sebagai berikut:
- Pengurangan sekitar 2.000 ton CO2 ekuivalen melalui pengelolaan air dan nutrisi.
- Kontribusi pada pengurangan lebih dari 5 juta liter pestisida di Indonesia dan Malaysia.
- Penurunan sekitar 17.500 ton emisi CO2 secara total dalam rantai pasok terkait.
Solihin mengakui adanya perubahan nyata pada metode perawatannya. “Biasanya kami memakai obat kimia seperti racun rumput hingga 100 persen, tapi sekarang sudah berkurang menjadi 50 persen,” tambahnya.
Pemanfaatan Biochar dan Sistem Agroforestri
Selain pengurangan bahan kimia, petani juga diperkenalkan dengan penggunaan biochar dan sistem agroforestri. Taufiq, petani kopi lainnya, menjelaskan bahwa biochar yang merupakan sejenis arang memiliki rongga-rongga khusus yang berfungsi efektif untuk menyimpan air serta nutrisi di dalam tanah.
Program ini juga mendorong penanaman pohon buah sebagai penaung tanaman kopi. Selain berfungsi menjaga kelembapan dan ekosistem kebun, pohon-pohon ini diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi petani di luar hasil panen kopi utama.
Informasi lengkap mengenai inisiatif pertanian berkelanjutan ini disampaikan melalui pernyataan resmi Louis Dreyfus Company (LDC) yang telah beroperasi di Indonesia sejak tahun 1999 dalam rangkaian acara pengembangan praktik pertanian regeneratif global.
