Teknologi

Tanggapi Video Viral ‘Anak Hiu’ di Banjir Jakarta, Pakar UGM Ungkap Fakta dan Saran Penanganan

Sebuah video yang menarasikan penemuan anak ikan hiu saat banjir Jakarta menjadi viral di berbagai platform media sosial. Dalam rekaman tersebut, perekam memperlihatkan seekor ikan yang diklaim sebagai anak hiu, ditemukan dari genangan banjir di kawasan permukiman.

Video yang pertama kali diunggah akun TikTok @miciy_gank pada Minggu (18/1/2026) itu memperdengarkan narasi, “Orang-orang pada susah nyari lele, kita dapat hiu.” Perekam kemudian menyebut ikan tersebut dalam kondisi mati. Hingga Rabu (28/1/2026) pagi, video awal telah ditonton lebih dari 223.000 kali, sementara video lanjutan yang memperlihatkan kondisi sebelum dan sesudah penemuan ikan telah mencapai lebih dari 2,3 juta penayangan.

Video ini juga menyebar luas di Instagram dan Threads. Akun Instagram @****nasional pada Selasa (27/1/2026) menulis, “Sebuah video memperlihatkan momen tak biasa saat banjir melanda kawasan Koja, Jakarta Utara. Seorang warga menunjukkan temuan yang mengejutkan di tengah genangan air, yakni seekor ikan yang disebut sebagai hiu berukuran kecil.” Senada, akun Instagram @****01fm mengunggah, “Detik-detik penemuan hiu oleh warga Jakarta saat banjir. Ada penemuan apa lagi, Jakartans?”

Penjelasan Pakar: Bukan Hiu, Melainkan Remora

Menanggapi kehebohan ini, Dosen Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. drh. Slamet Raharjo, MP, memastikan bahwa ikan dalam video tersebut bukanlah anak hiu. Berdasarkan analisis anatomi tubuhnya, ikan tersebut lebih menyerupai ikan remora.

“Dari anatominya, seperti moncong dan sirip dada, ikan tersebut lebih mirip ikan remora,” kata Slamet saat dimintai pandangan pada Selasa (27/1/2026).

Slamet menjelaskan, bayi hiu secara fisik dan anatomi memiliki ciri khas yang jelas, seperti moncong yang relatif tumpul, sirip dada yang posisinya horizontal, serta ekor khas hiu. “Pada video atau foto yang beredar, ekor ikan juga tidak terlihat jelas, sehingga sulit dikatakan sebagai hiu,” tambahnya.

Secara teori, berbagai jenis ikan laut berukuran kecil memang bisa terbawa arus banjir dari laut ke wilayah daratan, termasuk ke kawasan permukiman. “Semua jenis ikan kecil bisa saja terbawa arus banjir dari laut,” jelas Slamet.

Saran Penanganan Ikan Tak Dikenal Saat Banjir

Meskipun demikian, Slamet mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati jika menemukan ikan yang tidak biasa saat banjir. “Jika ada ikan yang jenisnya tidak diketahui secara pasti, sebaiknya tidak ditangkap karena bisa berbahaya. Beberapa jenis ikan bisa menggigit atau memiliki racun,” tegasnya.

Terkait langkah yang sebaiknya dilakukan warga jika ingin melepas ikan yang tidak diketahui jenisnya, Slamet menyarankan agar ikan tersebut dilepas kembali ke air banjir. “Kalau ikan tersebut berasal dari air banjir, sebaiknya dilepaskan kembali ke genangan air. Nanti ikan akan mengikuti arus air saat banjir surut,” ujar Slamet.

Ia menilai, menampung ikan di ember atau wadah khusus justru berisiko menimbulkan stres pada ikan dan membahayakan warga jika jenis ikan tersebut berbahaya.

Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui pandangan ahli dari Dr. drh. Slamet Raharjo, MP, Dosen Fakultas Kedokteran Hewan UGM, yang dirilis pada Rabu, 28 Januari 2026.