Teknologi

Tencent Cloud Tegaskan Indonesia Pasar Kunci Asia Pasifik, Siap Genjot Inovasi AI

Raksasa teknologi cloud, Tencent Cloud, menegaskan komitmennya terhadap pasar Indonesia, yang disebut sebagai wilayah terpenting di Asia Pasifik. Dalam sebuah wawancara eksklusif pada Kamis, 22 Januari 2026, Jimmy Chen, Vice President of APAC Tencent Cloud International, mengungkapkan optimisme perusahaan terhadap potensi pertumbuhan signifikan di tengah pesatnya digitalisasi.

Indonesia, Lokomotif Pertumbuhan Asia Pasifik

Jimmy Chen secara lugas menyatakan bahwa Indonesia menempati posisi strategis sebagai pasar paling krusial bagi Tencent Cloud di kawasan Asia Pasifik. Menurutnya, kombinasi populasi yang masif dan pertumbuhan ekonomi yang pesat menciptakan permintaan tinggi akan solusi digitalisasi.

“Kami melihat Indonesia sebagai pasar terpenting di region Asia Pasifik dengan populasi dengan ekonomi berkembang cepat, dan kami melihat permintaan besar untuk digitalisasi untuk tools baru, terutama untuk generasi baru,” terang Jimmy dalam wawancara tersebut.

Tencent Cloud memandang Indonesia sebagai pasar yang paling menjanjikan, dengan strategi yang lebih besar untuk seluruh wilayah Asia Pasifik. Komitmen ini diwujudkan melalui penyediaan teknologi, produk, infrastruktur, dan jaringan servis terbaik.

Optimasi Layanan dan Keunggulan Kompetitif

Untuk menjaga loyalitas pelanggan korporasi seperti GoTo dan Telkomsel, Tencent Cloud berjanji untuk terus menghadirkan teknologi, produk, infrastruktur, serta jaringan servis terbaik. Efisiensi dan pengalaman pengguna menjadi fokus utama dalam layanan mereka.

Sebagai bukti nyata, Jimmy Chen mencontohkan keberhasilan migrasi Gojek ke Tencent Cloud tahun lalu. “Kami sudah bisa memberikan servis tersebut dengan efisiensi dan pengalaman penggunaan yang lebih baik. Contohnya, tahun lalu setelah Gojek pindah ke Tencent Cloud, yang dihosting di Indonesia, aplikasinya menjadi lebih cepat. Kami memangkas sekitar 30 menit untuk setiap transaksi,” jelasnya.

Tencent Cloud membawa pengalaman luas dari Tiongkok, di mana mereka telah mengelola layanan internet dengan kapasitas terbesar, konkurensi tinggi, dan arsitektur yang sangat komprehensif. Keahlian ini terbukti dalam menjaga stabilitas media sosial, industri gaming, fintech, hingga layanan berbasis AI di negara asalnya.

Melihat percepatan digitalisasi perusahaan di Indonesia, Jimmy menambahkan, “Servis, pengalaman, teknologi kami dapat membawa nilai yang unik, membuatnya berharga, dapat membantu mereka untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta bergabung untuk menciptakan pengalaman pengguna yang lebih inovatif.”

Membangun Infrastruktur dan Menggali Potensi AI

Meski telah membangun tiga pusat data domestik di Indonesia, Tencent Cloud mengakui tantangan untuk terus membangun infrastruktur dan meningkatkan pemahaman pasar terhadap kapabilitas mereka. “Biar pasar memahami kami, mengetahui, menerima, dan mengetahui apa yang kami dapat lakukan. Saya pikir itu adalah tantangannya. Meskipun kami sudah berada di sini selama bertahun-tahun, kami masih relatif baru di pasar,” ujar Jimmy.

Tencent Cloud berkomitmen membawa teknologi terdepan yang dapat diimplementasikan di Indonesia, khususnya dalam pengembangan agentic AI. Teknologi ini diharapkan mampu membangun pasar Indonesia menjadi lebih baik lagi.

“Jadi, ketika kita bicara tentang use case, kita melihat, ada banyak use case baru yang meningkat dengan cepat, secara komersial, secara teknologi, dengan diri kami, dengan pengalaman kami juga. Contoh tipikal adalah AI coding,” papar Jimmy.

Sebagai contoh, Tencent sendiri telah mengadopsi AI coding untuk menghasilkan program kode. Tahun lalu, sekitar 30% hingga 60% dari total kode Tencent dihasilkan oleh AI. “Dengan hal ini, kami melihat produktivitas dan efisiensi serta nilai ekonomi dari use case AI,” pungkasnya.

Informasi lebih lanjut mengenai strategi dan inovasi Tencent Cloud di pasar Indonesia dapat diakses melalui kanal resmi Tencent Cloud International.