Berita

Tiffany Score dan Steven Mills Tuntut Klinik Orlando Usai Lahirkan Bayi Tanpa Hubungan Genetik

Pasangan suami istri asal Florida, Amerika Serikat, Tiffany Score dan Steven Mills, melayangkan gugatan hukum terhadap klinik kesuburan IVF Life Inc yang beroperasi sebagai Fertility Center of Orlando. Gugatan ini diajukan setelah Score melahirkan seorang bayi yang secara genetik terbukti bukan merupakan anak kandung dari pasangan tersebut akibat dugaan kesalahan implantasi embrio.

Selain pihak klinik, gugatan tersebut juga ditujukan kepada dokter utama, Milton McNichol. Berdasarkan dokumen hukum yang diajukan, klinik diduga telah menanamkan embrio yang salah ke rahim Score, sehingga bayi yang dilahirkan memiliki latar belakang genetik yang sepenuhnya berbeda dari kedua orang tuanya.

Kronologi Kejadian dan Temuan Ketidakcocokan Genetik

Kasus ini bermula ketika pasangan tersebut menyimpan tiga embrio layak hidup yang dibuat menggunakan sel telur Score dan sperma Mills pada tahun 2020. Pada April 2025, salah satu embrio dipindahkan ke rahim Score melalui prosedur medis di klinik tersebut. Score kemudian melahirkan seorang putri bernama Shea pada 11 Desember 2025.

Namun, kecurigaan muncul saat pasangan tersebut menyadari bahwa bayi mereka memiliki ciri fisik ras yang berbeda dari mereka. Hasil uji genetik kemudian mengonfirmasi bahwa Shea tidak memiliki hubungan biologis dengan Score maupun Mills. Atas kejadian ini, mereka menuntut ganti rugi finansial dari IVF Life, meski jumlah nominalnya tidak dipublikasikan secara spesifik.

Dilema Moral dan Pencarian Orang Tua Biologis

Melalui unggahan di media sosial pada 29 Januari 2026, Tiffany Score mengungkapkan perasaan hancurnya sekaligus tanggung jawab moral yang mereka emban. Ia juga berupaya mencari informasi mengenai orang tua biologis dari bayi yang ia lahirkan.

“Meskipun kami sangat bersyukur memiliki Shea dalam hidup kami dan mencintainya tanpa batas, kami juga menyadari bahwa kami memiliki kewajiban moral untuk menemukan orang tua genetiknya,” tulis Score.

Pasangan ini mengkhawatirkan kemungkinan bahwa embrio asli milik mereka telah ditanamkan kepada pasien lain di klinik tersebut. Dalam gugatannya, mereka menuntut penjelasan mengenai keberadaan tiga embrio asli mereka dan meminta pihak klinik menanggung biaya tes genetik bagi seluruh anak yang lahir dari pasien klinik tersebut dalam lima tahun terakhir.

Komitmen Pengasuhan di Tengah Proses Hukum

Meski menghadapi kenyataan pahit terkait status genetik sang anak, Score dan Mills menegaskan bahwa mereka tetap memberikan kasih sayang penuh kepada Shea. Mereka menyatakan telah membentuk ikatan emosional yang sangat kuat sejak bayi tersebut lahir.

Pasangan ini berharap dapat terus membesarkan Shea sebagai anak mereka sendiri, namun tetap membuka kesempatan bagi orang tua genetiknya jika ingin terlibat dalam pengasuhan. Informasi lengkap mengenai kasus ini bersumber dari dokumen gugatan resmi dan laporan media internasional yang dirilis pada awal Februari 2026.