Berita

Wamen LH Ungkap Bahaya Pencemaran Sungai Jaletreng Tangsel dan Larang Warga Gunakan Air

Advertisement

Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) Diaz Hendropriyono mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan air Sungai Jaletreng, Tangerang Selatan, yang tercemar akibat kebakaran pabrik pestisida. Langkah ini diambil guna menghindari risiko kesehatan bagi warga di sekitar aliran sungai yang terdampak.

“Sebaiknya masyarakat, sudah pasti, sebisa mungkin jangan menggunakan air sungai tersebut dahulu,” ujar Diaz kepada wartawan pada Rabu (11/2/2026). Pernyataan ini merespons kondisi sungai yang berubah warna secara drastis pascainsiden kebakaran di kawasan industri tersebut.

Investigasi dan Pengujian Sampel Air

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) telah menerjunkan tim dari Kedeputian Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) sejak Senin (9/2/2026). Tim tersebut bertugas mengumpulkan bukti-bukti di lapangan serta mengambil sampel air dan limbah untuk dipelajari lebih lanjut.

Diaz menjelaskan bahwa sampel air tersebut akan dibawa ke Pusat Sarana Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusarpedal) untuk diuji secara laboratorium. Pengujian ini dilakukan guna mengetahui sejauh mana tingkat pencemaran dan apakah zat berbahaya berasal dari bahan pestisida atau material kimia lainnya.

Pengerahan Tim Gakkum ke Lokasi

Selain tim teknis, KLH juga mengerahkan tim Penegakan Hukum (Gakkum) untuk melakukan pendalaman di lokasi kejadian. Fokus utama penyelidikan adalah memastikan baku mutu air dan mengidentifikasi potensi pelanggaran lingkungan yang terjadi akibat kebakaran gudang di Taman Tekno tersebut.

Advertisement

“Kita sudah ambil sampel dari sungai untuk dites baku mutunya, agar kita tahu sejauh apa pencemaran yang terjadi. Sebahaya apakah pencemaran ini,” tutur Diaz menambahkan. Pihaknya berkomitmen untuk menindaklanjuti temuan lapangan sesuai dengan regulasi lingkungan hidup yang berlaku.

Dampak Kebakaran Gudang Pestisida

Sebelumnya, aliran Sungai Jaletreng di Kecamatan Setu mendadak berubah warna menjadi putih pekat hingga viral di media sosial. Pihak kepolisian melalui AKP Dhady Arsya mengonfirmasi bahwa fenomena tersebut merupakan dampak langsung dari kebakaran gudang pabrik pestisida yang terjadi pada awal pekan ini.

Hingga saat ini, pihak berwenang masih terus memantau kondisi fisik sungai sembari menunggu hasil uji laboratorium resmi. Warga diminta tetap tenang namun waspada dengan tidak melakukan aktivitas mencuci, mandi, atau konsumsi menggunakan air sungai tersebut.

Informasi lengkap mengenai penanganan isu pencemaran ini disampaikan melalui pernyataan resmi Wakil Menteri Lingkungan Hidup yang dirilis pada Rabu, 11 Februari 2026.

Advertisement