Paragon Corp melalui program Wardah Inspiring Teacher (WIT) resmi menargetkan 25.000 guru terpilih untuk meningkatkan kapasitas diri melalui penguasaan computational thinking dan kecerdasan artifisial (AI). Langkah strategis ini diambil sebagai upaya memperkuat kompetensi pendidik di tengah transformasi digital pendidikan yang kian masif.
Program WIT tahun ini mencatatkan sejarah baru dengan menjalin kolaborasi bersama Institut Teknologi Bandung (ITB). Kerja sama ini bertujuan agar kurikulum pelatihan dirancang secara lebih terstruktur dan memiliki landasan akademik yang kuat bagi para peserta.
Fokus Kompetensi Abad ke-21 dan Teknologi AI
Head of CSR & Corporate Communication Paragon Corp, Suci Hendrina, menjelaskan bahwa penyelenggaraan WIT tahun ini difokuskan pada penguatan kompetensi abad ke-21. Meskipun tetap mempertahankan metode project based learning (PBL) yang menjadi ciri khasnya, WIT kini mengintegrasikan materi teknologi terbaru.
“Di tahun ini kita juga selain project-based learning, kita juga mengangkat topik computational thinking dan AI for teachers,” ujar Suci. Untuk memperdalam pemahaman teknologi tersebut, WIT menggandeng Microsoft dan berencana memboyong para guru untuk belajar langsung di pusat teknologi Microsoft yang berlokasi di Singapura.
Integrasi Akademik dan Etika Penggunaan AI
Keterlibatan ITB dalam program ini memberikan dimensi baru berupa pengakuan akademik. Rektor ITB, Tatacipta Dirgantara, menyatakan bahwa program ini dirancang agar pembelajaran berkelanjutan yang diikuti guru dapat dikonversi menjadi Satuan Kredit Semester (SKS).
“Melalui kolaborasi ini, ITB ingin memastikan bahwa pembelajaran berkelanjutan bagi para guru mendapatkan pengakuan akademik yang setara, terstruktur, dan dapat menjadi bagian dari jalur pendidikan tinggi,” ungkap Tatacipta.
Dari sisi implementasi, Wakil Rektor Bidang Akademik ITB, Irwan Meilano, menekankan pentingnya memahami etika dan tata kelola AI. Menurutnya, penggunaan AI dalam dunia pendidikan adalah sebuah keniscayaan yang harus disikapi secara kritis oleh para guru.
“Menjadi keniscayaan bahwa AI digunakan di dunia pendidikan, sehingga memahami etika penggunaan, governance dari AI itu menjadi penting. Memahami bagaimana AI bekerja, batasan mana kita bisa percaya, dan batasan mana kita bisa skeptis,” jelas Irwan.
Guru sebagai Arsitek Peradaban
CEO Paragon Nurhayati Subakat Entrepreneurship Institute (NSEI), Salman Subakat, menegaskan bahwa investasi pada kompetensi guru adalah kunci daya saing bangsa. Ia menyebut guru sebagai arsitek peradaban yang memerlukan tiga skillset utama: kemampuan terkoneksi dengan orang lain, kecakapan mengelola sumber daya teknologi, dan semangat untuk terus berkembang.
Program Wardah Inspiring Teacher sendiri telah konsisten berjalan sejak tahun 2017. Jika sebelumnya program ini telah melahirkan 11.000 alumni, tahun 2026 menjadi momentum lonjakan peserta terbesar dengan total mencapai 25.000 guru dari berbagai daerah.
Informasi mengenai penguatan kompetensi pendidik ini merujuk pada pernyataan resmi pihak Paragon Corp dan ITB dalam acara peluncuran WIT yang berlangsung di Bandung pada Sabtu, 14 Februari 2026.
