Berita

Waspada! Delapan Kebiasaan Harian Ini Terbukti Memengaruhi dan Menurunkan Kualitas Fungsi Intelektual

Dalam kajian psikologi kognitif, kemampuan berpikir seseorang tidak hanya dipengaruhi faktor bawaan. Tanpa disadari, kebiasaan sehari-hari justru memiliki potensi besar untuk melemahkan fungsi intelektual. IQ, yang kini dipahami sebagai kemampuan otak bekerja efektif dalam bernalar, berpikir fleksibel, mengatur diri, dan menerapkan pengetahuan praktis, sangat rentan terhadap pola hidup. Setidaknya delapan kebiasaan mental yang dijalani setiap hari dapat berdampak signifikan pada kualitas berpikir dan pencapaian potensi diri.

Mengenal Lebih Dekat Fungsi Intelektual dan IQ

Penurunan ketajaman kognitif seringkali tidak semata disebabkan oleh faktor genetik, melainkan erat kaitannya dengan pola hidup dan kebiasaan mental yang berlangsung secara konsisten. Cara seseorang mengambil keputusan, mengelola fokus, hingga merespons berbagai masalah berperan krusial dalam menjaga atau justru menurunkan ketajaman berpikir.

Dalam konteks modern, IQ tidak lagi dipahami hanya sebagai angka hasil tes semata. Lebih dari itu, IQ mencakup spektrum luas kemampuan otak untuk bekerja secara efektif dalam kehidupan nyata, meliputi kemampuan bernalar, berpikir fleksibel, mengatur diri, serta menerapkan pengetahuan secara praktis. Oleh karena itu, kebiasaan mental yang dijalani setiap hari memiliki dampak besar pada kualitas berpikir dan pencapaian potensi diri seseorang.

Delapan Kebiasaan yang Mengikis Ketajaman Kognitif

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa beberapa kebiasaan yang sering dianggap remeh justru secara perlahan dapat mengikis kemampuan intelektual. Berikut adalah delapan kebiasaan yang perlu diwaspadai:

1. Menganggap Kecerdasan Bersifat Tetap

Dilansir dari Psychology Today pada 2 September 2025, salah satu kebiasaan paling merugikan kemampuan kognitif adalah memandang otak sebagai entitas yang tidak bisa berkembang. Keyakinan bahwa kecerdasan bersifat bawaan cenderung membuat otak jarang dilatih. Sebaliknya, pola pikir bertumbuh (growth mindset) yang meyakini kecerdasan dapat dilatih terbukti membantu meningkatkan kinerja mental secara lebih optimal.

2. Kurang Tidur Secara Konsisten

Tidur bukan sekadar istirahat, melainkan fase krusial bagi otak untuk memproses dan merapikan informasi. Kekurangan tidur secara konsisten dapat melemahkan fungsi eksekutif, memperlambat reaksi, serta menurunkan kemampuan fokus dan pengambilan keputusan, bahkan hanya dengan defisit tidur ringan.

3. Minum Alkohol

Alkohol secara langsung memengaruhi cara kerja otak. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi alkohol, termasuk dalam jumlah sedang, berkaitan dengan penurunan ketajaman kognitif dan peningkatan risiko kerusakan jaringan otak dalam jangka panjang.

4. Hidup Tanpa Struktur dan Disiplin Mental

Otak bekerja lebih optimal ketika memiliki tujuan, jadwal, dan tenggat waktu yang jelas. Kebiasaan menunda-nunda pekerjaan dan hidup tanpa struktur terbukti berkaitan dengan gangguan fungsi eksekutif, yang pada akhirnya menyulitkan ide dan kreativitas untuk diwujudkan secara nyata.

5. Membiarkan Diri Berada di Lingkungan Mental yang Buruk

Paparan terus-menerus terhadap distraksi, emosi negatif, dan informasi berkualitas rendah secara perlahan dapat membentuk pola pikir yang melemahkan. Lingkungan sosial dan emosional memiliki pengaruh besar terhadap cara otak beradaptasi dan berfungsi dari waktu ke waktu.

6. Menelan Informasi Tanpa Dipikirkan

Selain kebiasaan di atas, menelan semua informasi tanpa disaring juga menjadi salah satu kebiasaan yang dapat menurunkan IQ. Dilansir dari Medium pada 25 Juni 2025, terlalu banyak membaca dan menonton tanpa jeda refleksi membuat otak penuh informasi, namun miskin pemahaman. Informasi datang silih berganti tanpa sempat diolah menjadi makna yang mendalam.

7. Selalu Menghindari Ketidaknyamanan

Bertahan pada hal-hal yang terasa aman memang memberikan kenyamanan, namun secara perlahan dapat membatasi pertumbuhan mental. Padahal, ketidaknyamanan seringkali menjadi pintu masuk bagi pengembangan cara berpikir baru dan inovatif.

8. Menganggap Multitasking sebagai Keahlian

Berpindah-pindah fokus secara terus-menerus justru menguras energi kognitif secara signifikan. Alih-alih menjadi lebih produktif, otak justru kehilangan kedalaman berpikir dan konsentrasi yang diperlukan untuk tugas-tugas kompleks.

Pentingnya Kesadaran Diri untuk Otak Optimal

Secara garis besar, kebiasaan-kebiasaan yang berpotensi menurunkan IQ ini berakar pada rendahnya kesadaran diri. Tanpa memahami proses mental yang berlangsung, seseorang cenderung mengulang pola yang sama secara otomatis. Meskipun kesadaran diri bukan solusi instan, ia merupakan langkah awal yang esensial.

Setelah kebiasaan yang mengikis ketajaman mental dikenali, perubahan dapat dilakukan secara bertahap. Langkah-langkah ini meliputi menjaga kualitas tidur, mengatur lingkungan sosial, membatasi distraksi, hingga mengubah cara pandang terhadap kecerdasan diri. Implementasi langkah-langkah tersebut berperan besar dalam membantu otak bekerja lebih optimal dan efektif dalam jangka panjang.

Informasi lengkap mengenai dampak kebiasaan sehari-hari terhadap fungsi intelektual ini dihimpun dari berbagai kajian psikologi kognitif dan publikasi ilmiah terkemuka.