Waspada Virus Nipah: Negara-negara Asia Perketat Pintu Masuk, Pakistan hingga Indonesia Siaga Penuh
Wabah virus Nipah yang teridentifikasi di India telah memicu kewaspadaan tinggi di berbagai negara Asia. Risiko penyebaran virus zoonotik berbahaya ini mendorong sejumlah negara untuk meningkatkan kesiapsiagaan, dengan Pakistan menjadi negara terbaru yang memperketat tingkat kewaspadaan. Langkah ini menyusul Vietnam, Indonesia, Thailand, dan Singapura yang lebih dulu melakukan antisipasi.
Kesiapsiagaan Pakistan: Riwayat Perjalanan dan Pemeriksaan Ketat
Menyusul penyebaran virus Nipah yang menjadi perhatian global, otoritas Pakistan mengambil langkah antisipatif terhadap orang-orang yang masuk ke negara tersebut. Salah satunya adalah mewajibkan pelancong untuk memberikan riwayat perjalanan selama 21 hari sebelumnya, sebagaimana dikutip Arab News pada Kamis, 29 Januari 2026. Permintaan ini bertujuan untuk mendeteksi apakah penumpang pernah melewati “wilayah terdampak Nipah atau berisiko tinggi” atau tidak.
Departemen Layanan Kesehatan Perbatasan Pakistan menekankan pentingnya memperkuat langkah-langkah pencegahan dan pengawasan di perbatasan. Seluruh pelancong juga akan melalui pemeriksaan suhu tubuh dan penilaian klinis sebagai bagian dari pencegahan penyebaran virus Nipah. Pemeriksaan ini akan dilakukan di seluruh pintu masuk negara, termasuk pelabuhan laut, perbatasan darat, dan bandara.
Langkah Vietnam: Pengawasan Penumpang dari Wilayah Berisiko
Vietnam juga memperketat pengawasan terhadap penumpang yang datang dari luar negeri. Otoritas kesehatan Vietnam pada Rabu, 28 Januari 2026, memerintahkan pemeriksaan terhadap penumpang yang tiba di Bandara Noi Bai, terutama mereka yang datang dari India dan wilayah Benggala Barat. Langkah ini menyusul laporan dua tenaga medis yang terinfeksi virus Nipah pada akhir Desember 2025 di Benggala Barat.
Pemeriksaan dilakukan menggunakan pemindai suhu tubuh untuk mengetahui kasus yang berpotensi mencurigakan. Departemen kesehatan Vietnam menyatakan, “Langkah ini memungkinkan isolasi tepat waktu dan penyelidikan epidemiologis.” Pencegahan ini menyusul kebijakan otoritas di Kota Ho Chi Minh yang telah menyatakan pengetatan pengawasan kesehatan di perlintasan perbatasan internasional.
Pengawasan Singapura: Pekerja Migran dan Penerbangan Terdampak
Badan Pengendalian Penyakit Menular (CDA) Singapura memantau secara ketat wabah infeksi virus di Benggala Barat, India, sebagaimana dilaporkan Antara Bali pada Kamis, 29 Januari 2026. Otoritas Singapura memberlakukan pemeriksaan suhu tubuh di bandara untuk penerbangan yang tiba dari kawasan terdampak virus Nipah.
CDA menyatakan pada Rabu, 28 Januari 2026, “Ini merupakan wabah virus Nipah ketujuh di India sejak 2001. Kami akan menerapkan pemeriksaan suhu tubuh di bandara untuk penerbangan yang tiba dari daerah terdampak.” Mereka juga meningkatkan pengawasan epidemiologis terhadap pekerja migran yang datang dari Asia Selatan. Kementerian Tenaga Kerja (MOM) berkoordinasi dengan penyedia layanan kesehatan primer untuk meningkatkan kewaspadaan. CDA tidak menutup kemungkinan adanya langkah tambahan apabila ancaman epidemiologis meningkat.
Indonesia Perketat Bandara Soekarno-Hatta
Indonesia turut memberlakukan pencegahan ketat terhadap potensi masuknya virus Nipah di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, sebagaimana dilaporkan Kompas.com pada Selasa, 27 Januari 2026. Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BKKK) Bandara Internasional Soekarno-Hatta melakukan sejumlah langkah pengawasan.
Tindakan pencegahan meliputi kewajiban mengisi deklarasi kesehatan, pemantauan tanda dan gejala penyakit, hingga observasi visual terhadap kondisi umum pelancong. Bagi yang terdeteksi memiliki gejala tertentu, mereka akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut di pos kesehatan oleh tenaga medis. Kepala BBKK Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Naning Nugrahini, menyatakan, “Petugas yang kontak langsung menggunakan masker dan sarung tangan, serta rutin cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer.”
Respons Cepat Thailand: Kartu Peringatan Kesehatan
Gerak cepat pencegahan virus Nipah masuk sudah dilakukan Thailand terlebih dahulu. Mengutip dari Kompas.com, Senin, 26 Januari 2026, Thailand melakukan pemeriksaan kepada penumpang pesawat di Bandara Suvarnabhumi dan Don Mueang. Fokus mereka terarah kepada pelancong yang berangkat dari Benggala Barat.
Dalam proses pengetatan ini, Thailand juga menerbitkan “Health Beware Card” bagi mereka yang datang dari wilayah berisiko. Kartu tersebut menyarankan bagi siapapun dengan berbagai gejala seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, sakit tenggorokan, batuk, kesulitan bernapas, mengantuk, kebingungan, atau kejang, untuk segera mencari pertolongan medis, sebagaimana dilaporkan The Nation Thailand. Peringatan ini khususnya berlaku bagi mereka yang mempunyai riwayat kontak dengan hewan pemicu Nipah atau orang yang terinfeksi dalam 21 hari sebelum tiba di Thailand.
Update Global dan Data Virus Nipah
Selain kelima negara tersebut, Hong Kong dan Malaysia dilaporkan juga melakukan pengetatan pemeriksaan di bandara. Kewaspadaan tingkat tinggi ini bukan tanpa alasan. Menurut World Health Organization (WHO), virus Nipah merupakan virus yang ditularkan dari hewan ke manusia dan bisa tersebar melalui makanan yang terkontaminasi antar manusia. Tingkat kematiannya bahkan mencapai angka 40 hingga 75 persen.
Masih mengutip dari Arab News, Kamis, 29 Januari 2026, Kementerian Kesehatan India mengungkapkan bahwa mereka telah mengidentifikasi 196 kontak yang terkait dengan dua kasus awal Nipah. Syukurnya, tidak ada satupun yang memperlihatkan gejala dan semua dinyatakan negatif atas virus. Pada Selasa, 26 Januari 2026, pemerintahan India juga meluruskan kabar mengenai jumlah kasus terinfeksi virus Nipah. “Berdasarkan laporan dari National Centre for Disease Control (NCDC), hanya dua kasus virus Nipah yang terkonfirmasi di Benggala Barat sejak Desember tahun lalu hingga saat ini,” demikian keterangan resmi Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga India, seperti dikutip Kompas.com dari Antara, Rabu, 28 Januari 2026. Sementara itu, menurut Coalition for Epidemic, ada 750 kasus Nipah yang terkonfirmasi secara global dengan angka kematian 415 hingga Desember 2025.
Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui pernyataan resmi berbagai otoritas kesehatan negara-negara Asia dan organisasi internasional seperti WHO, yang dirilis pada akhir Januari 2026.