Yogyakarta Diguncang Dua Gempa Beruntun Hari Ini, BMKG Pastikan Kondisi Aman Tanpa Tsunami
Wilayah Yogyakarta dan sekitarnya diguncang dua kali gempa bumi tektonik pada Selasa (27/1/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa kedua gempa tersebut tidak berpotensi tsunami meski getarannya terasa hingga ke wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Bali.
Gempa Magnitudo 5,7 Berpusat di Pacitan
Gempa pertama terjadi pada pukul 08.20.44 WIB dengan kekuatan magnitudo 5,7. Pusat gempa berada di darat, sekitar 24 kilometer arah tenggara Pacitan, Jawa Timur, pada kedalaman 122 kilometer. Berdasarkan lokasi episenter dan kedalamannya, gempa ini dikategorikan sebagai gempa bumi menengah.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa peristiwa ini disebabkan oleh aktivitas deformasi batuan di dalam lempeng. “Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” ungkap Daryono dalam keterangan resminya.
Getaran gempa ini dirasakan cukup luas dengan rincian intensitas sebagai berikut:
- Skala III-IV MMI: Pacitan, Karangkates, dan Tulungagung.
- Skala III MMI: Malang, Nganjuk, Ponorogo, dan Blitar.
- Skala II-III MMI: Madiun, Jember, Mojokerto, Denpasar, Kuta, dan Karangasem.
- Skala II MMI: Yogyakarta, Bantul, Sleman, Kulon Progo, Purworejo, Semarang, Pasuruan, hingga Mataram.
Aktivitas Sesar Opak Picu Gempa di Bantul
Hanya berselang beberapa jam, gempa kedua mengguncang wilayah Bantul pada pukul 13.15.32 WIB dengan magnitudo 4,5. Gempa ini berpusat di darat, 16 kilometer arah timur Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan kedalaman dangkal yakni 11 kilometer.
Kepala Stasiun Geofisika Sleman, Ardhianto Septiadhi, menyebutkan bahwa gempa ini dipicu oleh aktivitas sesar lokal. “Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Opak,” jelas Ardhianto.
Hingga pukul 13.45 WIB, BMKG mencatat adanya 14 aktivitas gempa susulan (aftershock) dengan kekuatan terbesar magnitudo 2,0. Getaran dirasakan di Bantul, Gunungkidul, Sleman, hingga Solo dan Magelang dengan skala intensitas II-III MMI.
Kondisi Terkini dan Dampak Kerusakan
BMKG menegaskan bahwa kedua rentetan gempa tersebut tidak memicu gelombang tsunami. Hingga laporan ini disusun, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa alam tersebut.
Informasi terkini mengenai aktivitas seismik dan peringatan dini cuaca dapat diakses secara berkala melalui kanal komunikasi resmi dan aplikasi mobile BMKG.