Islami

Astronaut NASA Jessica Meir Ungkap Alasan Bawa Boneka Kelinci Putrinya dalam Misi Crew-12

Advertisement

Astronaut NASA Jessica Meir akan membawa boneka kelinci milik putrinya yang berusia tiga tahun dalam misi SpaceX Crew-12 menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pekan depan. Benda sederhana tersebut dipilih sebagai penghubung emosional bagi Meir yang harus menjalani tugas selama berbulan-bulan di laboratorium ilmiah yang mengorbit Bumi.

Simbol Kedekatan Ibu dan Anak di Luar Angkasa

Membawa barang pribadi berukuran kecil telah menjadi tradisi bagi para astronaut yang bertugas di ISS, yang mengorbit sekitar 400 kilometer di atas permukaan Bumi. Bagi Meir, boneka kelinci tersebut memiliki makna khusus untuk menjaga komunikasi batin dengan sang buah hati selama masa penugasan.

“Saya memang membawa boneka kelinci kecil milik putri saya yang berusia tiga tahun, dan dia sebenarnya punya dua boneka ini karena salah satunya diberikan sebagai hadiah,” ujar Meir dalam konferensi pers daring pada Minggu (8/2/2026).

Ia menjelaskan bahwa keberadaan dua boneka identik tersebut memungkinkan mereka untuk tetap merasa terhubung. Satu boneka akan tetap berada di Bumi bersama putrinya, sementara satu lainnya akan menyertai perjalanan Meir di luar angkasa. Mereka berencana untuk saling mengirimkan foto boneka tersebut sebagai bentuk interaksi keluarga.

Detail Misi SpaceX Crew-12 dan Pergantian Awak

NASA mengonfirmasi bahwa misi SpaceX Crew-12 dijadwalkan meluncur menggunakan roket Falcon 9 dari Cape Canaveral, Florida, pada Rabu dini hari waktu setempat. Misi ini bertujuan untuk menggantikan kru Crew-11 yang telah kembali ke Bumi lebih awal pada Januari lalu akibat prosedur evakuasi medis darurat.

Dalam misi kali ini, Jessica Meir tidak bertugas sendirian. Ia akan didampingi oleh tim internasional yang terdiri dari:

Advertisement

  • Jack Hathaway: Astronaut NASA
  • Sophie Adenot: Astronaut Badan Antariksa Eropa (ESA)
  • Andrey Fedyaev: Kosmonaut Rusia (Roscosmos)

Tantangan Emosional dan Inspirasi bagi Generasi Mendatang

Meir, yang memiliki latar belakang sebagai ahli biologi kelautan, sebelumnya pernah mencatatkan sejarah dalam perjalanan ruang angkasa pertama yang seluruhnya dilakukan oleh perempuan pada 2019–2020. Namun, misi kali ini memberikan tantangan berbeda karena ia kini telah menjadi seorang ibu.

“Hal ini memang membuat persiapan untuk pergi menjadi jauh lebih sulit dan memikirkan akan berpisah darinya selama itu, terutama ketika dia masih sangat kecil, itu benar-benar bagian besar dari hidupnya,” ungkap Meir.

Meski berat, Meir berharap dedikasinya dapat memberikan dampak positif bagi putrinya di masa depan. Ia ingin petualangan ini menjadi memori yang menginspirasi sang anak serta masyarakat luas mengenai pentingnya eksplorasi ruang angkasa.

Masa Operasional Terakhir Stasiun Luar Angkasa

Kedatangan kru Crew-12 menandai salah satu periode terakhir penghunian ISS yang telah beroperasi selama seperempat abad. Stasiun luar angkasa seukuran lapangan sepak bola ini dijadwalkan akan mengakhiri masa tugasnya pada tahun 2030. Sesuai rencana, ISS akan didorong keluar dari orbit dan dijatuhkan di lokasi terpencil di Samudra Pasifik.

Informasi lengkap mengenai persiapan dan detail teknis misi SpaceX Crew-12 disampaikan melalui pernyataan resmi NASA yang dirilis melalui saluran komunikasi daring lembaga tersebut.

Advertisement