Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bogor pada Rabu (11/2) sore mengakibatkan banjir bandang di Kecamatan Babakan Madang. Peristiwa ini menyebabkan satu unit mobil SUV hanyut tersapu arus deras di Desa Bojongkoneng dan puluhan rumah di Desa Cijayanti terdampak luapan air serta material lumpur.
Kronologi Mobil Hanyut di Desa Bojongkoneng
Kasi Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Andi Sumardi, menjelaskan bahwa satu unit mobil SUV terbawa arus saat sedang terparkir di sebuah area perumahan. Banjir muncul akibat luapan anak kali yang membawa material lumpur dan batu setelah hujan dengan intensitas tinggi berlangsung dalam durasi yang cukup lama.
“Itu lokasinya yang di perumahan, ada kali kecil di tengah-tengah perumahan itu, melewati perumahan yang sedang ada proyek pembangunan, terus ada mobil yang sedang parkir di lokasi, sehingga terbawa arus,” ujar Andi pada Kamis (12/2).
Dalam rekaman video amatir yang beredar, mobil tersebut terlihat tersapu arus dalam kondisi lampu hazard menyala dan mengalami kerusakan pada bagian kaca belakang. Pihak BPBD memastikan bahwa kendaraan roda empat tersebut saat ini sudah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian.
Dampak Banjir di Desa Cijayanti
Selain di Bojongkoneng, banjir juga menerjang Desa Cijayanti yang mengakibatkan puluhan rumah warga terdampak. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, merinci persebaran dampak luapan air tersebut di beberapa titik wilayah:
- RT 01/01: Sebanyak 21 unit rumah terdampak genangan air tanpa ada kerusakan pada struktur bangunan.
- RT 02/01: Sebanyak 4 unit rumah terdampak luapan air.
- RT 03/01: Terdapat 9 unit rumah terdampak, dengan 1 unit di antaranya mengalami rusak ringan pada bagian tembok dapur yang jebol.
- RT 04/01: Sebanyak 3 unit rumah mengalami kerusakan sedang akibat tembok bagian samping yang ambruk, serta 11 unit rumah lainnya terdampak genangan.
Pihak BPBD melaporkan bahwa sebagian besar rumah yang terdampak hanya mengalami genangan air dan tidak mengalami kerusakan struktural yang masif. Petugas di lapangan terus melakukan pemantauan dan pendataan terhadap kerugian materiil yang dialami warga sekitar.
Informasi lengkap mengenai penanganan dampak cuaca ekstrem di wilayah Babakan Madang ini disampaikan melalui pernyataan resmi BPBD Kabupaten Bogor yang dirilis pada Kamis, 12 Februari 2026.
