Finansial

BGN Perketat Pengawasan Makan Bergizi Gratis, Mitra yang Intervensi Kualitas Bahan Bakal Disuspensi

Advertisement

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, menginstruksikan seluruh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memperketat pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pengawasan ini mencakup seluruh rantai operasional, mulai dari proses pengolahan bahan di dapur hingga makanan diterima oleh siswa di sekolah penerima manfaat.

Pengawasan Ketat dari Dapur hingga Distribusi

Nanik menekankan bahwa Kepala SPPG tidak boleh hanya mengandalkan pengawas gizi dalam memantau operasional harian. Ia meminta pimpinan satuan tersebut terlibat langsung memantau proses memasak yang berlangsung sejak dini hari. Hal ini disampaikan dalam pertemuan bersama mitra, yayasan, dan Kepala SPPG se-Kabupaten Purwakarta pada Minggu (15/2/2026).

“Kepala SPPG harus mengawasi proses memasak di dapur hingga distribusi. Jangan hanya Pengawas Gizi saja yang anda kerjain, anda suruh dia begadang tiap hari di dapur. Justru Kepala SPPG yang harus mengawasi,” ujar Nanik melalui keterangan pers resmi.

Mekanisme Verifikasi Bahan Baku dan Sanksi bagi Mitra

Proses penerimaan bahan pangan menjadi titik kritis dalam menjaga kualitas menu. BGN menetapkan prosedur verifikasi ketat pada sore hari saat bahan tiba, yang melibatkan pengawas keuangan, pengawas gizi, asisten lapangan, dan jurutama masak untuk melakukan pengecekan bersama.

  • Pengawas keuangan memverifikasi harga dan kesesuaian kuitansi belanja harian.
  • Pengawas gizi memastikan bahan pangan sesuai dengan rencana menu yang ditetapkan.
  • Tim dapur menilai kesegaran dan kualitas fisik bahan baku secara langsung.

Nanik memberikan peringatan keras kepada mitra atau yayasan yang mencoba mengintervensi proses seleksi bahan baku. Ia menegaskan agar tim di lapangan tidak ragu menolak bahan pangan yang tidak segar atau berkualitas buruk.

Advertisement

“Kalau dari awal sudah ketahuan kualitasnya jelek, tidak segar, bau, jangan takut untuk menolak. Jangan takut sama mitra. Kalau ada mitra yang mengintervensi, laporkan saya. Akan saya suspend,” tegasnya.

Evaluasi Lapangan dan Fasilitas Operasional

Selain pengawasan produksi, Kepala SPPG dianjurkan mengunjungi sekolah sekitar pukul 10.00 WIB untuk menyerap umpan balik dari siswa dan guru terkait menu yang disajikan. Langkah ini juga dibarengi dengan edukasi gizi serta pemastian akurasi data penerima manfaat di lapangan.

Mengingat operasional dapur yang berjalan hingga dini hari, BGN meminta mitra dan yayasan menyediakan fasilitas istirahat yang layak bagi personel SPPG dan relawan. Penyediaan ruang berpendingin udara (AC) menjadi salah satu standar yang ditekankan agar kinerja tim pengawas tetap terjaga secara optimal.

Informasi lengkap mengenai kebijakan pengawasan ini disampaikan melalui pernyataan resmi Badan Gizi Nasional yang dirilis pada 15 Februari 2026.

Advertisement