Bitcoin (BTC) mencatatkan pemulihan harga dalam perdagangan 24 jam terakhir setelah sempat mengalami tekanan jual yang signifikan. Berdasarkan data CoinMarketCap pada Minggu (15/2/2026) pukul 06.34 WIB, aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ini diperdagangkan pada level 69.786,14 dollar AS atau menguat sebesar 1,25 persen.
Kinerja Pasar Kripto dan Pergerakan Altcoin
Meski menunjukkan penguatan harian, performa Bitcoin dalam jangka panjang masih berada di zona merah. Dalam 30 hari terakhir, harga Bitcoin terkoreksi 26,91 persen, sementara secara year to date (YTD) melemah 21,37 persen. Saat ini, kapitalisasi pasar Bitcoin mencapai 1,39 triliun dollar AS dengan dominasi pasar sebesar 58,10 persen.
Sejumlah aset kripto utama lainnya juga mencatatkan pergerakan variatif dengan kecenderungan menguat. Berikut adalah rincian harga beberapa aset digital populer:
| Aset Kripto | Harga (USD) | Perubahan |
| Ethereum (ETH) | 2.087,99 | +1,82% |
| XRP | 1,507 | +7,42% |
| Binance Coin (BNB) | 632,18 | +1,98% |
| Solana (SOL) | 88,33 | +4,76% |
| Dogecoin (DOGE) | 0,1108 | +14,64% |
| Cardano (ADA) | 0,2953 | +8,58% |
Standard Chartered Pangkas Proyeksi Harga Bitcoin
Di tengah pemulihan tipis ini, bank global Standard Chartered kembali merevisi turun proyeksi harga Bitcoin untuk kedua kalinya dalam tiga bulan terakhir. Bank tersebut memperingatkan adanya potensi penurunan harga hingga menyentuh level 50.000 dollar AS sebelum aset ini kembali pulih.
Laporan terbaru Standard Chartered memproyeksikan Bitcoin akan menutup tahun 2026 di level 100.000 dollar AS. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan target sebelumnya sebesar 150.000 dollar AS, bahkan sempat dipatok di angka 300.000 dollar AS pada Desember lalu.
“Kami memperkirakan masih ada potensi kapitulasi harga dalam beberapa bulan ke depan,” ujar Geoffrey Kendrick, Kepala Riset Aset Digital Global Standard Chartered.
Tekanan Arus Keluar ETF dan Faktor Makroekonomi
Kendrick menjelaskan bahwa tekanan pasar dipicu oleh arus keluar dana dari produk exchange-traded fund (ETF) serta kondisi makroekonomi yang menantang. Sejak 10 Oktober, investor telah menarik hampir 8 miliar dollar AS dari ETF spot Bitcoin di Amerika Serikat, dengan penyusutan kepemilikan mencapai hampir 100.000 koin.
Selain faktor internal pasar kripto, kebijakan moneter Amerika Serikat turut menjadi sorotan. Pasar memperkirakan tidak akan ada pemangkasan suku bunga tambahan hingga Kevin Warsh resmi menjabat sebagai Ketua The Fed pada akhir tahun ini. Kondisi ini dinilai menahan minat investor untuk masuk ke aset berisiko.
Informasi mengenai perkembangan pasar aset digital ini dihimpun berdasarkan data CoinMarketCap dan laporan riset Standard Chartered yang dirilis melalui Bloomberg pada Februari 2026.
