Finansial

BPH Migas dan Kementerian ESDM Gelar Layanan Kesehatan Gratis bagi 5.000 Warga Aceh Tamiang

Advertisement

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyelenggarakan bakti sosial pemeriksaan kesehatan gratis di halaman Masjid Darussalam, Kampung Simpang Empat, Karang Baru, Aceh Tamiang, Sabtu (14/2/2026). Kegiatan ini ditujukan bagi warga yang terdampak banjir bandang pada akhir November 2025 lalu.

Ratusan warga, didominasi oleh balita dan lansia, telah memadati lokasi sejak pagi hari untuk mendapatkan layanan medis. Salah satu warga, Irawati (40), membawa putranya, Muhammad Abianda Saka (1,5), yang mengalami gejala muntah dan diare. Irawati merupakan salah satu korban yang kehilangan tempat tinggal dan kini menetap di Hunian Sementara (Huntara) yang dibangun Badan Pengelola Investasi Danantara melalui PT Hutama Karya.

Target dan Jangkauan Layanan Kesehatan

Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, menyatakan bahwa kegiatan bakti sosial ini menargetkan pelayanan bagi 5.000 warga, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Selain di Kampung Simpang Empat, layanan kesehatan ini juga menjangkau radius lebih dari 5 kilometer ke wilayah lain.

Pemeriksaan kesehatan serupa dijadwalkan berlangsung di Polindes Seuneubok Cantek pada 15 Februari dan Balai Musyawarah Tanjung Mancang pada 16 Februari 2026. Petugas medis menyediakan berbagai jenis obat-obatan, mulai dari antibiotik, obat kolesterol, hingga vitamin.

Advertisement

“Tadi kita lihat juga obat-obatan sangat cukup untuk diberikan kepada masyarakat dengan durasi antara satu minggu, dua minggu, hingga satu bulan. Semoga ini benar-benar bisa membantu masyarakat agar sembuh dari penyakit yang dikeluhkan,” ujar Wahyudi Anas.

ISPA Menjadi Penyakit Paling Dominan

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tamiang, dr. Mustakim, mengungkapkan bahwa Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) menjadi penyakit yang paling banyak diderita warga pascabanjir. Kondisi ini dipicu oleh debu dari sisa lumpur banjir yang mengering dan beterbangan saat tertiup angin.

Mustakim mengimbau masyarakat untuk tetap menggunakan masker dan rutin mencuci tangan guna menjaga daya tahan tubuh. Ia juga menjelaskan bahwa fasilitas kesehatan di Aceh Tamiang mengalami kendala teknis akibat bencana tersebut.

  • Sebanyak 12 dari 15 puskesmas di Aceh Tamiang terdampak banjir secara langsung.
  • Banyak alat kesehatan yang rusak dan tidak dapat digunakan kembali.
  • Puskesmas saat ini beroperasi dengan layanan yang masih terbatas.

Layanan bakti sosial ini dinilai sangat membantu warga yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan permanen. Informasi mengenai rangkaian kegiatan pemeriksaan kesehatan ini merujuk pada pernyataan resmi BPH Migas dan Dinas Kesehatan Aceh Tamiang yang dirilis pada 14 Februari 2026.

Advertisement