Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Wahyudi Anas, melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Aceh Tamiang pada Sabtu (14/2/2026). Peninjauan ini bertujuan memastikan kualitas dan ketersediaan stok bahan bakar minyak (BBM) bagi masyarakat tetap terjaga pasca-bencana banjir bandang.
Verifikasi Pelayanan dan Ketersediaan Stok
Dalam kunjungan tersebut, Wahyudi Anas bersama tim PT Pertamina Patra Niaga mengecek tiga SPBU yang dipilih secara acak dari total tujuh titik di Kabupaten Aceh Tamiang. Dua di antaranya merupakan SPBU pelayanan langsung, sementara satu lainnya berfungsi sebagai penyangga wilayah.
Wahyudi menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir mengenai pasokan energi di wilayah terdampak. Ia menjamin bahwa koordinasi dengan Pertamina terus dilakukan untuk menjaga kelancaran distribusi harian.
“Kaitannya dengan stok BBM yang ada di SPBU kualitas, kuantitas pasti dijamin oleh Pertamina Patra Niaga,” ujar Wahyudi Anas saat memberikan keterangan di Aceh Tamiang.
Uji Teknis Akurasi dan Kemurnian BBM
Selain memantau ketersediaan stok, BPH Migas juga melakukan serangkaian uji teknis terhadap mesin pompa di SPBU. Pemeriksaan ini mencakup akurasi volume penjualan menggunakan bejana ukur guna memastikan konsumen menerima BBM sesuai dengan nilai yang dibayarkan.
Tim juga melakukan uji densitas untuk mengukur tingkat kerapatan atau kekentalan bahan bakar sebagai indikator kemurnian. Berdasarkan hasil pengujian di lapangan, seluruh sampel yang diambil dinyatakan memenuhi standar yang berlaku.
“Semua masih dalam ambang batas toleransi yang ditetapkan jadi kondisi SPBU yang kita lakukan uji pengecekan,” tuturnya menambahkan.
Dampak Banjir Terhadap Infrastruktur Energi
Banjir yang melanda wilayah Aceh pada akhir November lalu diketahui sempat merendam sejumlah infrastruktur SPBU. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran akan adanya kontaminasi air pada tangki penyimpanan serta gangguan pada sistem pompa pengisian.
Langkah verifikasi lapangan ini menjadi bagian dari upaya mitigasi untuk memastikan seluruh fasilitas pelayanan publik kembali beroperasi normal tanpa kendala teknis. Informasi mengenai pemulihan layanan ini disampaikan melalui pernyataan resmi Kepala BPH Migas saat melakukan peninjauan lapangan di Aceh Tamiang.
