Badan Pusat Statistik (BPS) telah merampungkan validasi data calon penerima bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera. Sebanyak 27.173 keluarga kini telah terverifikasi dan diprioritaskan untuk menerima bantuan stimulan perbaikan rumah yang terdampak bencana.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menegaskan bahwa akurasi data menjadi fondasi utama dalam penyaluran bantuan ini. Pembangunan Data Tunggal Bencana Sumatera bertujuan untuk memastikan bantuan tepat sasaran serta terintegrasi secara lintas kementerian dan lembaga.
Integrasi Data Tunggal Bencana
Amalia menjelaskan bahwa BPS memegang peran sentral dalam mengelola data melalui proses pendataan, pemutakhiran, hingga interoperabilitas data. Langkah ini dilakukan agar tidak terjadi tumpang tindih dalam penyaluran bantuan stimulan kepada masyarakat.
“BPS bertugas mengelola data, termasuk membangun data tunggal bencana melalui pendataan, pemutakhiran, integrasi, interoperabilitas, dan pemanfaatan data lintas kementerian dan lembaga agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran,” ujar Amalia dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Hasil Pemadanan dan Validasi Data
Hingga saat ini, BPS telah menyelesaikan pemadanan data di 46 dari 52 kabupaten dan kota terdampak yang tersebar di tiga provinsi. Dari total 115.417 data awal yang diterima, ditemukan sejumlah kendala administratif seperti NIK ganda dan format yang tidak sesuai.
Setelah dilakukan pemadanan dengan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional, dihasilkan 94.205 NIK unik yang padan. Dari jumlah tersebut, terdapat 90.066 keluarga unik yang diusulkan melalui Surat Keputusan (SK) resmi yang ditandatangani oleh kepala daerah, kepala kejaksaan negeri, dan kapolres setempat.
Klasifikasi Tingkat Kerusakan Rumah
Berdasarkan hasil verifikasi lapangan terhadap 27.173 keluarga, BPS mengategorikan tingkat kerusakan rumah sebagai dasar penentuan besaran bantuan. Berikut adalah rincian data kerusakan tersebut:
| Kategori Kerusakan | Jumlah Keluarga | Persentase |
|---|---|---|
| Rusak Ringan | 12.619 | 46,44% |
| Rusak Sedang | 5.501 | 20,24% |
| Rusak Berat | 6.942 | 25,55% |
| Hanyut atau Hilang | 202 | 0,74% |
| Kerusakan Lainnya | 1.909 | 7,01% |
| Belum Ditentukan | 1.086 | 3,84% |
Amalia menambahkan, bagi data yang tingkat kerusakannya belum dapat ditentukan, BPS akan mengembalikan data tersebut ke pemerintah daerah dan BPS daerah untuk divalidasi ulang secara mendalam.
Pelibatan Mahasiswa STIS dan Transparansi
Dalam upaya mempercepat proses rehabilitasi, BPS menerjunkan sekitar 510 mahasiswa Politeknik Statistika STIS yang didampingi oleh dosen dan pegawai. Tim ini bertugas memastikan seluruh warga terdampak masuk dalam pendataan tanpa ada yang terlewat.
Pemerintah menargetkan seluruh proses rehabilitasi dan rekonstruksi rumah di Sumatera berjalan secara transparan dan akuntabel. Pendekatan berbasis data tunggal ini diharapkan menjadi standar baru dalam penanganan pascabencana di Indonesia.
Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui pernyataan resmi Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada Rabu, 11 Februari 2026.