Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memberikan klarifikasi resmi terkait rencana pembangunan gedung baru Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ia menegaskan bahwa proyek fasilitas tersebut sama sekali tidak memiliki kaitan dengan bergabungnya Indonesia ke dalam Board of Peace (BoP).
Fokus pada Pengelolaan Dana Umat secara Profesional
Menag menjelaskan bahwa pembangunan gedung baru tersebut dirancang sebagai pusat integrasi pengelolaan dana umat agar lebih profesional dan akuntabel. Langkah ini merupakan respons atas keinginan Presiden untuk mengoptimalkan potensi dana sosial keagamaan di tanah air.
‘Ini sebetulnya Bapak Presiden ingin melihat dana-dana umat yang belum terkelola lebih baik secara profesional itu diberikan tempat supaya lebih profesional juga,’ ujar Nasaruddin dalam Mukernas MUI 2026 di Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Menurutnya, gedung tersebut akan berfungsi sebagai wadah pemberdayaan yang berada di bawah pendampingan lembaga keislaman. Dengan tata kelola yang lebih rapi, manfaat dari dana tersebut diharapkan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat sebagai penerima program pemberdayaan.
Kronologi Perencanaan dan Bantahan Isu BoP
Menag Nasaruddin Umar juga menyoroti perbedaan kronologi antara perencanaan gedung dengan munculnya isu BoP. Ia menyebutkan bahwa konsep Lembaga Pemberdayaan Dana Umat (LPDU) sudah dibahas sejak tahun lalu, jauh sebelum isu keanggotaan Indonesia di forum internasional tersebut mencuat ke publik.
- Konsep penguatan dana umat sudah dibicarakan sejak momentum penerimaan zakat nasional tahun lalu.
- Lembaga Pemberdayaan Dana Umat (LPDU) dirancang lebih awal sebagai wadah profesional.
- Istilah Board of Peace (BoP) baru muncul belakangan dalam narasi publik.
‘Istilah BOP itu baru muncul belakangan. Sedangkan LPDU ini sudah dibicarakan sejak tahun lalu. Jadi tidak ada kaitannya,’ tegas Menag untuk meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat.
Peningkatan Kesejahteraan Melalui Transparansi
Lebih lanjut, Menag menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan ulama selama ini berjalan dengan baik demi kepentingan umat. Penguatan fungsi pelayanan melalui gedung baru ini diharapkan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sistem yang transparan.
Pernyataan resmi mengenai pelurusan informasi pembangunan gedung MUI ini disampaikan oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam rangkaian kegiatan Mukernas MUI 2026 yang dirilis pada Kamis, 12 Februari 2026.
