Perusahaan keamanan siber STEALIEN resmi merampungkan program pelatihan bagi pejabat tinggi Indonesia sebagai bagian dari proyek penguatan kapasitas tenaga profesional keamanan siber nasional. Program yang didukung oleh Korea International Cooperation Agency (KOICA) ini berlangsung selama sepuluh hari, mulai 3 hingga 12 Februari 2026.
Fokus Pengembangan SDM Keamanan Siber Nasional
Pelatihan ini ditujukan bagi para pengambil kebijakan senior yang bertanggung jawab atas pengembangan sumber daya manusia (SDM) di sektor keamanan siber. Fokus utamanya adalah menyelaraskan arah pembangunan sistem pendidikan dan pelatihan nasional agar implementasi kebijakan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Sebanyak 10 pejabat tinggi dari berbagai institusi strategis turut berpartisipasi dalam agenda ini, di antaranya:
- Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)
- Badan Intelijen Negara (BIN)
- Satuan Siber Tentara Nasional Indonesia (TNI)
Persiapan Operasional Cybersecurity Skills & Vocational Center
Kegiatan ini merupakan langkah strategis menjelang pendirian Cybersecurity Skills & Vocational Center (CSVC) yang ditargetkan mulai beroperasi pada awal 2027. Pusat pelatihan tersebut akan berlokasi di lingkungan Politeknik Siber dan Sandi Negara (PSSN) sebagai pusat pengembangan tenaga profesional dan pelatihan praktis tingkat nasional.
Selama masa pelatihan, para peserta menerima materi komprehensif yang mencakup tren keamanan siber global, sistem respons nasional, serta praktik terbaik dalam pengelolaan kurikulum. Sejumlah pakar internasional turut dihadirkan sebagai pembicara untuk memberikan wawasan mendalam mengenai standar keamanan global.
Kolaborasi Internasional dan Rencana Lanjutan
Deputi Bidang Strategi dan Kebijakan Keamanan Siber dan Sandi BSSN, R Tjahjo Khurniawan, menyatakan bahwa pengalaman mempelajari kebijakan Korea Selatan memberikan kontribusi penting bagi Indonesia. “Pengalaman mempelajari langsung kebijakan dan sistem respons keamanan siber Korea memberikan kontribusi penting dalam merumuskan arah kebijakan serta pengelolaan pusat pendidikan dan pelatihan keamanan siber Indonesia ke depan,” ungkapnya.
STEALIEN bertindak sebagai pelaksana utama melalui konsorsium bersama Universitas Ajou dan Solutek System. Direktur Eksekutif STEALIEN, Kim Gye-young, menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi forum integrasi kebijakan nasional dengan sistem pendidikan siber. Setelah agenda ini, konsorsium merencanakan pelatihan jangka menengah bagi calon pengajar CSVC pada Maret hingga Agustus 2026.
Informasi lengkap mengenai program penguatan kapasitas ini disampaikan melalui pernyataan resmi BSSN dan STEALIEN yang dirilis pada Sabtu, 14 Februari 2026.
