Edukasi

Catat! 10 Jurusan Kuliah Ini Punya Prospek Kerja Stabil untuk Referensi Pendaftaran UTBK 2026

Advertisement

Persiapan menghadapi Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2026 kini tidak hanya berfokus pada penguasaan materi ujian, tetapi juga pemilihan program studi yang strategis. Data ketenagakerjaan terbaru menunjukkan bahwa relevansi jurusan dengan kebutuhan pasar kerja menjadi faktor krusial bagi calon mahasiswa dalam menentukan masa depan karier mereka.

Metodologi Penentuan Peluang Kerja Lulusan

Analisis peluang kerja ini merujuk pada data resmi Department for Education (DfE) Inggris melalui publikasi Longitudinal Education Outcomes (LEO) dan survei HESA. Data LEO memotret kondisi kerja lulusan lima tahun setelah lulus berdasarkan catatan pajak riil, sementara HESA memberikan gambaran kondisi 15 bulan pasca-kelulusan.

Dalam menentukan peringkat, data LEO diberikan bobot sebesar 70 persen karena dinilai lebih stabil dalam menggambarkan perkembangan karier jangka panjang. Sementara itu, data HESA berkontribusi sebesar 30 persen untuk melihat penyerapan awal tenaga kerja di pasar global.

Daftar Peringkat Jurusan Berdasarkan Tingkat Pekerjaan Berkelanjutan

Berikut adalah data LEO yang menunjukkan persentase lulusan yang bekerja secara berkelanjutan tanpa melanjutkan studi pada tahun pajak 2023:

Advertisement

PeringkatJurusanTingkat Pekerjaan
1Ilmu Komputer82,30%
2Ilmu Komunikasi dan Jurnalistik81,90%
3Ekonomi81,30%
4Pendidikan dan Keguruan81,20%
5Manajemen dan Bisnis80,50%

10 Jurusan dengan Prospek Kerja Tinggi untuk UTBK SNBT 2026

Berdasarkan gabungan data tersebut, terdapat 10 rumpun ilmu yang menunjukkan stabilitas penyerapan tenaga kerja yang tinggi:

  1. Pendidikan dan Keguruan: Menempati posisi teratas dengan tingkat pekerjaan berkelanjutan 81,2 persen. Jalur profesi yang terstruktur membuat lulusan cepat terserap di dunia kerja.
  2. Teknik: Mencatat angka 80,5 persen untuk pekerjaan berkelanjutan. Sektor energi, manufaktur, dan konstruksi tetap menjadi penyerap utama tenaga ahli teknik.
  3. Manajemen dan Bisnis: Memiliki fleksibilitas tinggi di berbagai sektor seperti keuangan dan pemasaran dengan tingkat stabilitas kerja 80,5 persen.
  4. Kedokteran dan Kedokteran Gigi: Dengan tingkat pekerjaan 79,1 persen, lulusan bidang ini hampir seluruhnya langsung masuk ke sistem profesional melalui jalur klinis.
  5. Ilmu Komputer: Meski penyerapan awal di angka 59,7 persen, dalam lima tahun angkanya melonjak hingga 82,3 persen seiring meningkatnya permintaan tenaga digital.
  6. Ekonomi: Lulusan bidang ini banyak mengisi posisi di sektor kebijakan publik dan korporasi dengan tingkat keberlanjutan kerja 81,3 persen.
  7. Ilmu Komunikasi dan Jurnalistik: Mencatat angka 81,9 persen, di mana banyak lulusan memulai karier melalui proyek lepas sebelum menjadi karyawan tetap.
  8. Arsitektur dan Perencanaan Wilayah: Kebutuhan tenaga profesional di bidang pembangunan tetap stabil dengan tingkat pekerjaan berkelanjutan 74,5 persen.
  9. Kedokteran Hewan: Menunjukkan angka penyerapan awal tertinggi sebesar 76,3 persen, meskipun beberapa lulusan kemudian memilih jalur pengembangan profesional lanjutan.
  10. Ilmu Matematika: Dengan tingkat 77,6 persen, lulusan matematika kini banyak dibutuhkan di sektor analitik data dan teknologi keuangan.

Data resmi ini memperlihatkan bahwa jurusan dengan jalur profesi yang jelas cenderung memberikan kepastian karier yang lebih baik. Calon mahasiswa disarankan untuk mempertimbangkan minat pribadi sekaligus tren kebutuhan pasar sebelum memantapkan pilihan pada UTBK SNBT 2026 mendatang.

Advertisement