Finansial

Chainalysis Ungkap Transaksi Kripto Terkait Perdagangan Manusia Melonjak 85 Persen pada 2025

Advertisement

Opsi Judul:

  • Gaya Hard News: Laporan Chainalysis: Transaksi Kripto Terkait Perdagangan Manusia Melonjak 85 Persen pada 2025
  • Gaya Tokoh/Lembaga: Chainalysis Ungkap Sindikat Perdagangan Manusia di Asia Tenggara Gunakan Kripto Ratusan Juta Dolar
  • Gaya SEO & Dinamis: Transaksi Kripto Ilegal Meningkat, Chainalysis Soroti Jaringan Perdagangan Manusia di Asia Tenggara

Perusahaan analisis blockchain, Chainalysis, melaporkan peningkatan tajam penggunaan mata uang kripto dalam jaringan perdagangan manusia sepanjang tahun 2025. Pembayaran kripto kepada sindikat yang diduga terlibat dalam aktivitas ilegal ini tercatat melonjak hingga 85 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan data yang dirilis pada Senin (16/2/2026), Chainalysis menemukan ratusan juta transaksi yang terlacak pada blockchain publik dengan nilai mencapai ratusan juta dolar AS. Sebagian besar aktivitas ini terhubung dengan jaringan kriminal yang beroperasi di kawasan Asia Tenggara (ASEAN), termasuk kompleks penipuan (scam compounds), perjudian daring ilegal, dan jaringan pencucian uang.

Kategori Aktivitas Kripto Ilegal

Chainalysis membagi aktivitas kripto yang berkaitan dengan perdagangan manusia ke dalam tiga kategori utama. Kategori tersebut meliputi layanan eskort dan prostitusi internasional, perekrutan tenaga kerja untuk kompleks penipuan, serta penjualan materi eksploitasi seksual anak atau child sexual abuse material (CSAM).

Meski pusat operasi banyak ditemukan di Asia Tenggara, aliran dana berasal dari berbagai wilayah termasuk Amerika, Eropa, dan Australia. Hal ini mengindikasikan bahwa jaringan tersebut memiliki jangkauan global yang luas dalam menjalankan operasinya.

Pemanfaatan Aplikasi Pesan dan Telegram

Analis intelijen Chainalysis, Tom McLouth, menyatakan bahwa pelaku kejahatan kini semakin memanfaatkan aplikasi pesan seperti Telegram untuk menawarkan jasa, merekrut korban, dan mengatur pembayaran. Penggunaan platform ini dikombinasikan dengan kripto untuk mempercepat pergerakan uang secara global.

Advertisement

“Ada migrasi yang lebih luas dari forum darknet lama ke aplikasi pesan dan ekosistem Telegram semi-terbuka, yang dikombinasikan dengan kripto memungkinkan jaringan ini berkembang lebih cepat,” kata Tom McLouth.

McLouth menambahkan bahwa skala keuangan dari aktivitas ini sangat besar, mencapai ratusan juta dolar AS. Namun, ia menekankan bahwa dampak kerugian fisik terhadap para korban jauh lebih besar daripada angka transaksi tersebut.

Detail Operasi dan Rekrutmen Tenaga Kerja

Data blockchain menunjukkan adanya jaringan terorganisir dalam layanan eskort yang menawarkan paket perjalanan lintas negara hingga layanan VIP dengan harga di atas 30.000 dolar AS. Hampir setengah dari transaksi dalam kategori ini bernilai lebih dari 10.000 dolar AS, yang menunjukkan manajemen operasi yang profesional.

Selain itu, kategori perekrutan tenaga kerja untuk agen penipuan di Kamboja dan Myanmar menjadi sorotan. Korban dijanjikan pekerjaan dengan gaji tinggi, namun kemudian dipaksa menjalankan penipuan asmara dan investasi kripto palsu. Biaya perekrutan ini biasanya dibayar dalam bentuk kripto dengan kisaran 1.000 hingga 10.000 dolar AS.

Eksploitasi Seksual Anak

Chainalysis juga melacak transaksi terkait penjualan materi eksploitasi seksual anak yang sering menggunakan sistem berlangganan dengan harga di bawah 100 dolar AS. Pada Juli 2025, perusahaan membantu mengidentifikasi salah satu situs terbesar di dark web yang menggunakan lebih dari 5.800 alamat kripto dan menghasilkan lebih dari 530.000 dolar AS sejak 2022.

Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui pernyataan resmi Chainalysis yang dirilis melalui saluran CNBC pada 16 Februari 2026.

Advertisement