Juventus melayangkan protes keras atas kartu merah yang diterima Pierre Kalulu dalam laga kontra Inter Milan di Giuseppe Meazza, Minggu (15/2/2026) dini hari WIB. Pertandingan bertajuk Derby d’Italia tersebut berakhir dengan skor 2-3 untuk kemenangan tuan rumah dalam laga yang berlangsung sengit.
Kronologi Kartu Merah Pierre Kalulu
Juventus terpaksa bermain dengan 10 orang sejak menit ke-42 setelah Pierre Kalulu diusir keluar lapangan. Bek asal Prancis tersebut menerima kartu kuning kedua dari wasit Federico La Penna akibat dinilai melakukan pelanggaran terhadap Alessandro Bastoni.
Sesaat setelah keputusan tersebut, Kalulu sempat memberikan isyarat kepada wasit agar meninjau Video Assistant Referee (VAR). Namun, peninjauan video tidak dapat dilakukan untuk keputusan kartu kuning kedua, sehingga bek Bianconeri tersebut tetap harus meninggalkan lapangan.
Ketegangan di Lorong Ruang Ganti
Ketegangan akibat keputusan wasit berlanjut hingga jeda antarbabak. Berdasarkan rekaman video yang beredar di media sosial, Direktur Juventus Damien Comolli dan Giorgio Chiellini terlihat meluapkan kemarahan kepada Federico La Penna di lorong menuju ruang ganti.
Di sisi lain, pelatih Juventus Luciano Spalletti memilih untuk tidak memberikan keterangan kepada awak media setelah pertandingan berakhir. Sikap bungkam Spalletti ini menjadi sorotan di tengah situasi panas yang menyelimuti kubu Turin.
Pernyataan Resmi Manajemen Juventus
Manajer Umum Juventus, Damien Comolli, secara terbuka mengecam kepemimpinan wasit dalam wawancara dengan Sky Sport Italia. Ia menegaskan bahwa pihak klub merasa diperlakukan tidak adil dalam pertandingan yang disaksikan secara global tersebut.
“Jelas sebagai klub kami merasa hari ini memalukan. Apa yang terjadi hari ini tidak boleh terjadi lagi. Mulai dari pemilik, penggemar, pemain, hingga pelatih merasa ini adalah rangkuman dari apa yang sudah kita lihat sepanjang musim ini,” ujar Comolli.
Comolli menambahkan bahwa insiden tersebut sangat disayangkan karena terjadi pada pertandingan besar yang menjadi sorotan dunia. Pihak klub menilai keputusan tersebut telah merugikan perjuangan tim di lapangan.
Informasi lengkap mengenai protes ini disampaikan melalui pernyataan resmi Manajer Umum Juventus yang dirilis pascapertandingan pada 15 Februari 2026.
