Dokter Spesialis Anak Ingatkan Bahaya Gunakan Lampu Bohlam untuk Tangani Bayi Kuning di Rumah
Sebuah video yang memperlihatkan seorang bayi dengan kondisi kuning disinari lampu bohlam dari jarak dekat menjadi viral di media sosial. Unggahan yang beredar sejak Senin (3/2/2026) tersebut memicu kekhawatiran publik karena tindakan sang ayah yang dinilai tidak sesuai dengan prosedur medis standar.
Dalam rekaman tersebut, bayi yang tengah tertidur terpapar cahaya lampu bohlam berwarna kuning secara langsung. Fenomena ini memancing beragam reaksi dari warganet, bahkan beberapa di antaranya membandingkan metode tersebut dengan cara menghangatkan anak ayam di peternakan atau menjaga suhu makanan di etalase penjual gorengan.
Penjelasan Medis Terkait Penggunaan Lampu Bohlam
Dokter spesialis anak dari Rumah Sakit UNS, Aisya Fikritama, menegaskan bahwa kondisi bayi kuning atau jaundice tidak dapat disembuhkan dengan penyinaran lampu bohlam biasa. Menurutnya, lampu ruangan tidak memiliki spesifikasi teknis yang dibutuhkan untuk menurunkan kadar bilirubin dalam tubuh bayi.
“Lampu bohlam ruangan tidak memancarkan spektrum cahaya khusus yang diperlukan untuk mengubah bilirubin di dalam kulit bayi, sehingga tidak efektif untuk menurunkan kadar bilirubin secara medis,” ujar Aisya pada Kamis (5/2/2026).
Ia menjelaskan bahwa terapi yang diakui secara klinis adalah fototerapi medis. Prosedur ini menggunakan lampu khusus dengan spektrum cahaya biru-hijau pada panjang gelombang 460–490 nanometer. Cahaya tersebut berfungsi mengubah bilirubin menjadi bentuk yang lebih mudah diekskresikan oleh tubuh melalui urine dan feses.
Penyebab dan Risiko Penyakit Kuning pada Bayi
Penyakit kuning pada bayi baru lahir, atau neonatal hyperbilirubinemia, terjadi akibat penumpukan bilirubin yang berasal dari pemecahan sel darah merah. Aisya merinci beberapa faktor penyebab kondisi ini, di antaranya:
- Ikterus Fisiologis: Kondisi umum pada bayi cukup bulan karena fungsi hati yang belum matang sepenuhnya.
- Ikterus Patologis: Terjadi akibat perbedaan golongan darah antara ibu dan bayi yang mempercepat kerusakan sel darah merah.
- Faktor Lain: Infeksi, gangguan metabolik bawaan, atau adanya penyakit hati yang lebih serius.
Aisya memperingatkan orang tua agar tidak melakukan eksperimen penanganan sendiri di rumah. Tindakan menyinari bayi dengan lampu bohlam tanpa pengawasan medis berisiko menyebabkan bayi mengalami kepanasan, dehidrasi, hingga kerusakan pada jaringan kulit dan mata.
Rekomendasi Penanganan bagi Orang Tua
Mengingat penyebab penyakit kuning yang beragam, diagnosis yang tepat dari tenaga medis sangat diperlukan. Orang tua diimbau untuk segera membawa bayi ke fasilitas kesehatan apabila menemukan gejala-gejala tertentu yang mengkhawatirkan.
Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain kulit atau mata bayi tampak kuning, bayi terlihat lesu, tidak mau menyusu, atau kondisi kuning yang tidak kunjung membaik dalam hitungan hari. Penanganan dini di rumah sakit akan memastikan bayi mendapatkan fototerapi dengan perlindungan mata yang memadai dan pemantauan suhu tubuh yang ketat.
Informasi lengkap mengenai penanganan medis bayi kuning ini disampaikan berdasarkan penjelasan resmi Dokter Spesialis Anak RS UNS yang dirilis pada Februari 2026.