Berita

Dokter Spesialis Anak Jelaskan Penyebab Penyakit Kuning pada Bayi Baru Lahir dan Prosedur Fototerapi

Advertisement

Kondisi bayi baru lahir dengan kulit dan bagian putih mata yang menguning sering kali menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua. Fenomena medis ini dikenal dengan istilah jaundice atau neonatal hiperbilirubinemia, yang ditandai dengan peningkatan kadar bilirubin dalam darah.

Dokter spesialis anak dari RS UNS, dr. Aisya Fikritama, menjelaskan bahwa bilirubin merupakan zat berwarna kuning yang terbentuk dari proses pemecahan sel darah merah. Pada bayi baru lahir, penumpukan zat ini sering terjadi karena fungsi organ hati yang belum bekerja secara optimal.

Penyebab Utama Jaundice pada Bayi

Menurut dr. Aisya, penyebab paling umum dari kondisi ini adalah ikterus fisiologis. Hal ini wajar terjadi pada bayi cukup bulan karena kematangan fungsi hati yang belum sempurna untuk membuang bilirubin dari dalam tubuh.

Namun, terdapat pula kondisi ikterus patologis yang dipicu oleh masalah kesehatan tertentu. Beberapa faktor penyebabnya antara lain:

  • Pemecahan sel darah merah yang terlalu cepat akibat perbedaan golongan darah antara ibu dan bayi.
  • Adanya infeksi pada tubuh bayi.
  • Gangguan metabolik bawaan atau penyakit hati yang lebih serius.
“Penyebab seperti gangguan metabolik bawaan atau penyakit hati memang jarang, tetapi harus dipertimbangkan jika jaundice berlangsung lama atau kadar bilirubin sangat tinggi,” ujar dr. Aisya.

Prosedur Medis dan Fototerapi

Penanganan medis untuk bayi kuning ditentukan berdasarkan kadar bilirubin, usia bayi, serta faktor risiko lainnya. Metode utama yang digunakan di rumah sakit adalah fototerapi medis menggunakan lampu khusus.

Lampu fototerapi memancarkan cahaya biru-hijau dengan panjang gelombang sekitar 460–490 nm. Cahaya ini berfungsi mengubah struktur bilirubin agar lebih mudah dikeluarkan oleh tubuh melalui urine dan feses.

Advertisement

Pada kasus yang lebih berat atau jika fototerapi tidak memberikan respons yang diharapkan, tim medis akan melakukan prosedur terapi tukar darah atau exchange transfusion untuk menurunkan kadar bilirubin secara cepat.

Risiko Terapi Mandiri dan Tanda Bahaya

Dr. Aisya mengingatkan para orang tua agar tidak melakukan terapi di rumah tanpa pengawasan medis, seperti menjemur bayi secara berlebihan tanpa protokol yang benar. Tindakan ini berisiko menyebabkan bayi mengalami dehidrasi, kepanasan, hingga kerusakan pada kulit dan mata.

Orang tua diimbau segera membawa bayi ke fasilitas kesehatan jika menemukan tanda-tanda berikut:

  1. Warna kuning mulai terlihat di area dahi atau di bawah kuku.
  2. Bayi tampak lemas atau lesu.
  3. Bayi tidak mau menyusu atau daya hisapnya melemah.
  4. Kondisi kuning tidak membaik setelah beberapa hari.

Informasi lengkap mengenai penanganan jaundice ini disampaikan oleh dr. Aisya Fikritama dalam sesi wawancara resmi yang dirilis pada Kamis, 5 Februari 2026.

Advertisement