Ekonomi Jepang mencatatkan pertumbuhan tipis sebesar 0,1 persen secara kuartalan pada periode Oktober hingga Desember 2025. Meski berhasil keluar dari zona kontraksi, angka ini berada jauh di bawah ekspektasi pasar yang sebelumnya memproyeksikan pertumbuhan di level 0,4 persen.
Data awal pemerintah Jepang menunjukkan Produk Domestik Bruto (PDB) riil negara tersebut mulai bangkit setelah sempat merosot 0,7 persen pada kuartal sebelumnya. Namun, secara tahunan, pertumbuhan ekonomi hanya mencapai 0,2 persen, tertinggal jauh dari perkiraan para ekonom yang mematok angka 1,6 persen.
Pemulihan Rapuh di Tengah Tekanan Inflasi
Laju pemulihan ekonomi Jepang dinilai masih sangat rapuh akibat lemahnya konsumsi rumah tangga dan investasi yang belum optimal. Konsumsi swasta, yang merupakan pilar utama ekonomi Negeri Sakura, hanya tumbuh 0,1 persen pada kuartal terakhir tahun 2025.
Kondisi ini dipicu oleh inflasi pangan yang persisten serta kenaikan biaya hidup yang menekan daya beli masyarakat. Pelemahan nilai tukar yen juga turut memperparah keadaan dengan meningkatkan biaya impor energi dan barang konsumsi dari luar negeri.
Investasi Bisnis dan Kinerja Perdagangan Luar Negeri
Di sektor korporasi, investasi bisnis menunjukkan pemulihan moderat dengan kenaikan belanja modal sebesar 0,2 persen. Meski berbalik dari kontraksi kuartal sebelumnya, perusahaan cenderung bersikap hati-hati dalam melakukan ekspansi besar akibat ketidakpastian ekonomi global.
Sektor eksternal juga tidak memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan PDB kali ini. Ekspor dan impor Jepang sama-sama mengalami penurunan yang dipengaruhi oleh perlambatan permintaan dari mitra dagang utama seperti Amerika Serikat dan China, serta dampak kebijakan tarif perdagangan.
Langkah Fiskal PM Sanae Takaichi dan Kebijakan Moneter
Menanggapi situasi ini, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi berencana meningkatkan belanja pemerintah secara terarah. Fokus utama kebijakan fiskal ini adalah memperkuat ketahanan ekonomi nasional melalui investasi publik di sektor infrastruktur dan teknologi.
Di sisi lain, Bank of Japan (BOJ) tetap melanjutkan proses normalisasi kebijakan moneter secara bertahap. Bank sentral berupaya menyeimbangkan pengendalian inflasi tanpa mengganggu momentum pemulihan ekonomi yang saat ini masih sangat terbatas.
Prospek Ekonomi Jepang Tahun 2026
Berdasarkan survei Japan Center for Economic Research, ekonomi Jepang diprediksi akan tumbuh bertahap pada tahun 2026. Proyeksi pertumbuhan tahunan diperkirakan mencapai 1,04 persen pada kuartal pertama dan meningkat menjadi 1,12 persen pada kuartal kedua.
Keberhasilan target tersebut akan sangat bergantung pada stabilitas upah pekerja, pemulihan konsumsi domestik, serta dinamika perdagangan internasional. Tantangan struktural seperti penuaan populasi tetap menjadi faktor penentu produktivitas jangka panjang negara tersebut.
Informasi mengenai kinerja ekonomi ini merujuk pada data awal pemerintah Jepang dan laporan Reuters yang dirilis pada Senin, 16 Februari 2026.
