Sepak Bola

FAI Terancam Diskualifikasi Jika Boikot Israel, Keputusan Tanding di Nations League Tuai Kritik

Advertisement

Federasi Sepak Bola Irlandia (FAI) menyatakan kesiapan untuk menghadapi tim nasional Israel dalam ajang UEFA Nations League 2026/2027. Keputusan ini memicu kritik tajam karena dianggap bertolak belakang dengan sikap federasi sebelumnya yang mendukung gerakan boikot terhadap Israel.

Berdasarkan hasil undian yang dilakukan pada Jumat (13/2/2026) dini hari WIB, Republik Irlandia tergabung dalam League B Grup B3. Selain Israel, grup tersebut juga dihuni oleh Austria dan Kosovo. Pertandingan antara Irlandia dan Israel dijadwalkan berlangsung dua kali, yakni pada September dan Oktober mendatang.

Ancaman Diskualifikasi dari UEFA

Pihak FAI menjelaskan bahwa keputusan untuk tetap bertanding didasari oleh kekhawatiran terhadap konsekuensi hukum dan disiplin dari UEFA. Federasi menyadari adanya risiko berat jika sebuah asosiasi menolak untuk bertanding dalam kompetisi resmi.

“Meskipun telah berkonsultasi dengan pejabat UEFA, Asosiasi menyadari peraturan UEFA menetapkan jika sebuah asosiasi menolak bermain dalam sebuah pertandingan, maka pertandingan tersebut akan dinyatakan kalah dan tindakan disiplin lebih lanjut dapat diambil, termasuk kemungkinan diskualifikasi dari kompetisi,” tulis FAI dalam pernyataan resminya.

Kontradiksi dengan Hasil Voting Boikot

Sikap terbaru FAI ini dinilai tidak konsisten oleh berbagai pihak. Laporan dari RTE menyoroti hasil voting pada November lalu, di mana mayoritas anggota FAI menuntut agar Israel diboikot dari berbagai ajang UEFA sebagai bentuk protes atas krisis kemanusiaan di Gaza.

Pengacara FAI, Stuart Gilhooly, mengingatkan kembali komitmen yang pernah disepakati bersama Asosiasi Pendukung Pesepakbola dan klub Bohemians. Menurutnya, konsistensi federasi kini sedang dipertanyakan oleh publik karena hasil voting sebelumnya menunjukkan dukungan masif untuk boikot.

Advertisement

“Jika kami konsisten, kita harus berpandangan jika berpikir Israel harus dilarang dari kompetisi Eropa atau dari UEFA, maka kami boleh berpartisipasi saat mereka justru tidak dilarang. Kami berpandangan bahwa pertandingan ini tidak boleh dilanjutkan,” tegas Gilhooly.

Usulan Pembahasan Ulang di Majelis Umum

Gilhooly menyarankan agar masalah ini dikembalikan kepada Majelis Umum FAI untuk menentukan sikap final. Ia menekankan bahwa suara mayoritas sebesar 93 persen pada November lalu tidak boleh diabaikan begitu saja tanpa pertimbangan matang.

Ia menilai keputusan para pemain juga perlu diperhatikan dalam menanggapi situasi ini. Dengan membawa kembali usulan tersebut ke rapat umum, FAI diharapkan dapat mempertegas apakah mereka akan mempertahankan keyakinan awal atau mengikuti regulasi kompetisi demi menghindari sanksi administratif dan olahraga.

Informasi lengkap mengenai perkembangan sikap Federasi Sepak Bola Irlandia ini dihimpun dari laporan resmi FAI dan pemberitaan media RTE yang dirilis pada Februari 2026.

Advertisement