FedEx Indonesia memproyeksikan adanya lonjakan volume pengiriman barang menjelang momen Imlek dan Ramadhan 2026. Managing Director FedEx Indonesia, Garrick Thompson, menyatakan bahwa perusahaan telah menyiapkan langkah strategis berupa penambahan kapasitas dan sumber daya manusia untuk mendukung kebutuhan pelanggan selama masa puncak tersebut.
Strategi Kapasitas dan Fokus pada UMKM
Perencanaan kapasitas dilakukan secara matang dengan memanfaatkan data dari periode puncak sebelumnya untuk menyesuaikan kebutuhan operasional. Thompson menjelaskan bahwa dinamika permintaan selama Ramadhan cenderung berbeda antara segmen Business-to-Business (B2B) dan ritel atau UMKM.
“Kadang bisnis B2B lebih stabil atau sedikit lebih rendah saat Ramadhan. Namun, dinamika ini sangat bergantung pada dukungan terhadap UMKM,” ujar Garrick dalam pertemuan virtual. Selama periode ini, FedEx mencatat peningkatan signifikan pada pengiriman produk artisan, hadiah, makanan, serta berbagai produk khas perayaan lainnya.
Evaluasi Kinerja dan Tantangan Geopolitik
Menilik tahun 2025, sektor logistik menghadapi tantangan besar akibat ketidakpastian geopolitik dan kebijakan tarif Amerika Serikat. Meski demikian, Thompson menegaskan bahwa volume pengiriman ke Amerika Serikat tetap menunjukkan tren yang kuat di tengah berbagai hambatan global tersebut.
Selain pasar Amerika, pengiriman intra-Asia tercatat relatif stabil. Sementara itu, permintaan pengiriman antara Indonesia dan Eropa mengalami peningkatan yang dipicu oleh perkembangan kemitraan ekonomi IEU-CEPA pada akhir tahun lalu. Hal ini dinilai membantu memperkuat posisi perdagangan Indonesia di pasar internasional.
Jaringan Global dan Sektor Kontributor Utama
FedEx Indonesia saat ini terhubung langsung dengan FedEx Asia Pacific Hub di Guangzhou, China, yang memberikan akses pengiriman global bagi pelaku usaha dalam negeri. Jaringan ini didukung oleh armada 670 pesawat yang menjangkau hampir 99 persen Produk Domestik Bruto (PDB) dunia.
Beberapa sektor industri yang menjadi kontributor utama pengiriman kargo udara FedEx di Indonesia meliputi:
- Industri pakaian dan tekstil.
- Sektor manufaktur otomotif.
- Industri kendaraan listrik (EV).
- Elektronik dan peralatan mesin berat.
Memasuki tahun 2026, manajemen menyatakan optimisme terhadap prospek bisnis logistik nasional. Fokus perusahaan tetap pada penguatan fondasi industri dalam negeri dan pemberdayaan UMKM sebagai pendorong utama pertumbuhan pengiriman. Informasi lengkap mengenai strategi operasional ini disampaikan melalui pernyataan resmi manajemen FedEx Indonesia pada Jumat (20/2/2026).
